Masyarakat di Pegunungan Kendeng Sambut Baik Hasil KLHS

Aksi Ngecor Kaki Petani Kendeng di Depan Istana Negara Kembali Curi Perhatian Netizen

Sumber foto: Istimewa

Kantor Staf Kepresidenan telah mengeluarkan hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). KLHS ini digunakan untuk menguji kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam.

Hasil KLHS Tahap I mengatakan bahwa penambangan di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih belum dapat dilakukan sampai ada keputusan status CAT Watuputih dapat ditambang atau tidak. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala KSP, Teten Masduki, Rabu (12/4) malam.

KLHS dibagi menjadi dua yakni KLHS Tahap I mencakup zona Rembang (CAT Watuputih) dan Tahap 2 mencakup keseluruhan pegunungan Kendeng yang melintasi tujuh kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dikutip dari website KSP, tujuan KHLS tahap I adalah merekomendasikan kebijakan pencegahan dampak lingkungan di wilayah tersebut.

Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) bersama YLBHI mengapresiasi KSP yang mengeluarkan hasil KLHS tahap I. Mereka berharap hasil KLHS dapat menjaga kelangsungan hidup warga yang hidup di kawasan Pegunungan Kendeng.

YLBHI juga menyapaikan sikapnya atas terbitnya KLHS pada Rabu (12/4) malam. Menurutnya hasil KLHS dapat menjadi rekomendasi agar Pemerintah Daerah dan Kemen ESDM segera menetapkan kawasan cekungan air tanah (CAT) Watuputih sebagai Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK).

Selain itu, hasil KLHS dapat pula digunakan untuk revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Jawa Tengah dan Rencana Tata Ruang Nasional perlu direvisi dengan mengedepankan keselamatan rakyat dan keberlanjutan lingkungan serta asas keterbukaan dan melibatkan peran serta masyarakat.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*