Menyusahkan Nelayan, Cak Imin Minta Larangan Penggunaan Cantrang Dicabut

Menyusahkan Nelayan, Cak Imin Minta Larangan Penggunaan Cantrang Dicabut

Sumber Foto : Istimewa

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminta permasalahan nelayan di Pantai Utara Jawa dibahas dalam sidang paripurna kabinet.  Hal tersebut berdasarkan penilaian Muhaimin terkait aturan pelarangan penggunaan cantrang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyusahkan nelayan.

Pria yang akrab di panggil Cak Imin ini juga meminta agar menteri asal PKB membawa permasalahan nelayan ini ke sidang paripurna kabinet. Dia juga akan menyampaikan masalah ini ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar peraturan tersebut dicabut.

Menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar terkait permasalahan cantrang, Susu Pudjiastuti pun angkat bicara. Menurutnya, Cak Imin seharusnya mencari tahu terlebih dulu alat tangkap macam apa itu cantrang.

“Kalau Pak Muhaimin sayang bangsa dan masa depan para nelayan tersebut, beliau seharusnya segera menyarankan pakai atau ganti alat tangkap yang lain. Dan segera ke wilayah tangkap timur atau barat, ikannya banyak dan akan lebih untung daripada ambil ikan rucah. Itu pemimpin rakyat atau wakil rakyat yang benar,” jelas Susi.

Pantauan redaksi eveline pada media sosial, mendapati beragam komentar terkait pernyataan Cak Imin dan Bu Susi. Seorang netizen yang pro terhadap Cak Imin menuliskan apa yang dilakukan Ketum PKB itu semata-mata untuk kesejahteraan rakyat. “Dengan hadirnya cak imin disana beliau menampung semua masukan yg di alami para nelayan. Dan berharap para Nelayan sejahtera,” tulis @yanuarprastyo

Namun, tidak sedikit pula netizen yang tidak setuju dengan pernyataan Cak Imin. Karena menurut mereka, cantrang akan merusak ekosistem seperti yang dituliskan oleh @theverycutecat, “Ya kalau nangkap ikan pakai cara merusak lingkungan diteruskan, justru nelayan yg bakalan mati karena terus dipaksa kelaut yang lebih jauh untuk dapat ikan..”

Dukungan kepada Ibu Susi juga ramai dituliskan netizen pada media sosial. Salah satunya yaitu “Saya percaya kebijakan Bu Susi… Mohon dpt disosialisasikan dampak negatifnya scr luas shg tdk salah paham,” tulis @wtk_tk.

Perlu diketahui bahwa Cantrang merupakan alat penangkapan ikan yang masuk dalam kelompok pukat tarik berkapal (boat or vessel seines). Larangan penggunaannya terdapat dalam Permen Kelautan Dan Perikanan No 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (trawl) dan Pukat Tarik (seinen nets).

Penggunaan cantrang dinilai dapat merusak ekosistem laut. Saat ini, nelayan masih diberikan waktu hingga akhir Juni untuk mengganti alat tangkap yang ramah lingkungan.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend