Netizen Anggap Mahal Tarif Kereta Bandara Soetta

Foto: Istimewa

PT Railink selaku operator kereta bandara Soekarno-Hatta berniat kembali menaikkan tarif kereta bandara dari saat ini Rp 70 ribu menjadi Rp 100.000. Kenaikan akan berlaku Maret 2018

“Ada kemungkinan ada kenaikan jadi Rp 100.000,” kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Agus Haryadi saat ditemui di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/1/2018).

Melalui keterangan resmi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menyatakan tarif kereta bandara Soekarno-Hatta bakalan naik. Dalam keterangannya disebutkan bahwa 2 bulan setelah diberlakukan tarif Rp 70.000, naik jadi Rp 100.000 berdasarkan ketetapan operator. Artinya tarif naik pada Maret.

Menanggapi rencana kenaikan tarif tersebut, netizen terlihat ramai memberikan kritiknya. Sebagian menyatakan tidak setuju dengan rencana tersebut. Salah satu alasan netizen adalah membandingkan tarif di negara lain.

“Kemarin udah nyobain naik Railink, jarak tempuh 55 menit dari stasiun sudirman baru. Tarif 70-100rb terlalu mahal. Pernah nyobain Railink di Bangkok 15-52 bath (7500-22rb) tergantung jarak. Masa naik dari batu ceper bayar 100rb…lama2 gak laku 😅” ujar akun @Arie_Ariana.

Netizen lainnya berargumentasi soal layanan sosial dalam transportasi umum. Hal ini disampaikan akun @pejalankaki2016 “Ya Allah, ini Negara apa Perusahaan ya..Kok gak ada misi sosial service buat rakyatnya sama sekali…ckckckck”. 

Ada juga netizen membandingkan jika harus ke Bandara sekeluarga. Akun @HukumDan berandai-andai jika sekeluarga lima orang menggunakan kereta Bandara.

“Satu keluarga lima orang .naik kereta bandara sudah habis 500.000..bisa beli sendal jepit berapa pasang. ??”

Sebagaimana diketahui, 26 Desember 2017-1 Januari 2018 diberlakukan tarif promosi Rp 30.000. Hari ini setelah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Rp 70.000 (reguler) dan Rp 77.000 (reserve). Nantinya tarif kemungkinan naik kembali.

“Tarif yang berlaku sampai 31 Desember adalah Rp 30.000 itu uji coba. Sampai hari ini sejak diresmikan presiden ini normal dengan Rp 70.000. Ada kemungkinan akan ditinjau karena fasilitasnya belum ultimate,” jelas Agus.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend