Netizen di Medsos Ramai Protes Kebijakan Telkom IndiHome

Netizen di Medsos Ramai Protes Kebijakan Telkom IndiHome

Indihome kini menerapkan kebijakan baru. Layanan besutan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk ini mengubah kebijakan dari promosi Indihome yang unlimited menjadi Fair Usage Policy (FUP) dengan kuota tertentu. Dikutip dari Viva News, FUP merupakan cara Telkom untuk peduli atas penggunaan layanan internet secara tak wajar.

Telkom berhak mengelola penggunaan bandwidth pelanggan agar tetap berkualitas, serta berhak mengurangi kecepatan atau menghentikan layanan IndiHome untuk pelanggan yang penggunaannya tidak wajar. Salah satu contoh penggunaan tidak wajar adalah semua bentuk reselling dari layanan IndiHome.

Misalnya untuk layanan dengan kecepatan 10 Mbps maka Fair Usage yang diberikan adalah hingga 300 GB. Setelah itu kecepatan turun hanya 25 persen saja hingga mencapai 400 GB. Setelah itu kecepatan turun menjadi 40 persen unlimited.

Kebijakan IndiHome ini membuat para pengguna twitter kesal. Para pengguna twitter pun melontarkan kekecewaan mereka. “@TelkomCare indihome sangat mengecewakan telah “menipu” dg cara tidak menjelaskan atau menutupi informasi saat menjerat calon customer”, tweet akun @Purbasr. “Nah 🙁 …Berhati-hati Berlangganan Indihome, Rakyat Sendiri Dicekik”, kicau akun @ucokparta.

Menanggapi keluhan konsumen, PT. Telekomunikasi Indonesia menjelaskan bahwa FUP malah sebaliknya bertujuan menjaga kualitas layanan dan memberikan kenyamanan pelanggan IndiHome. Telkom mengklaim FUP tersebut hanya diberlakukan untuk layanan internet pada IndiHome dan tidak berpengaruh pada layanan Video (UseeTV) dan telepon.

Pemberlakuan FUP diterapkan dengan alasan terdapat pengguna maniak (heavy user) IndiHome yang memanfaatkan internetnya untuk mengunduh film atau game gratis secara terus menerus. Pengguna ini, tulis Arif, juga terendus meretailkan layanan IndiHome sehingga pemakaiannya menjadi tak wajar.

Kini, muncul pula petisi Change.org yang berisi teguran terhadap IndiHome dari pengguna media sosial. Petisi tersebut berjudul ‘Telkom indihome mengubah kebijakan yang menipu dan merugikan pelanggan’. 

“Telkom Indihome telah melakukan pembohongan publik kepada pelanggan dari promo paket 10mbps unlimited menjadi FUP 300gb, kita sebagai pelanggan merasa kecewa dan tertipu, karena dari awal kita mau pasang karena promo unlimitednya,” tulis pengunggah petisi tersebut. Pengunggah itu menyebutkan apa yang dilakukan Telkom tersebut dinilai telah melanggar hak konsumen dan Telkom dapat dituntut karena menipu dan tak memberikan hak konsumen yang semestinya.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend