Netizen Dukung WNA Pelaku Kejahatan Dihukum

WN China

Foto: Ilustrasi

Kriminolog Bambang Widodo Umar menilai kasus kriminal yang dilakukam Warga Negara Asing (WNA) tak bisa ditangani secara parsial. Dengan maraknya WNA melakukan kejahatan di Indonesia, seharusnya masalah WNA itu segera ditanggulangi secara terpadu.

Pengamat Kepolisian itu menyebut sejalan dengan hal itu, WNA harus dikenakan sanksi yang berat dengan hukum Indonesia. Jangan sampai maraknya kejahatan yang dilakukan WNA, salah satunya dikarenakan penegakan hukum yang lemah.

Menurutnya dalam hal ini Polri sebagai pemahang kodalnya atau komando dan pengendali. Sebab kata Bambang, masalahnya orang asing sudah melakukan “tindak pidana”, bukan sekedar izin masuk atau izin tinggal.

“Jadi yang benar menurut saya ya polisi sesuai dengan tugas pokoknya. Dengan diambil tindakan pidana maka diharapkan orang asing akan jera/takut masuk Indonesia untuk melakukan kejahatan,” seperti dikutip dari republika.co.id.

Sejalan dengan pendapat Bambang, netizen juga mendukung agar pelaku kejahatan siber asal China mendapatkan hukuman dan tidak sekedar dideportasi. Banyak alasan diungkapkan oleh netizen. Diantaranya adalah pelaku kejahatan siber bukanlah penjahat bodoh.

“Loh… apa urusannya sama china? Hukum dulu di Indonesia, baru pulangkan setelahnya. Jgn GAGAH pd rakyatnya. BANCI pd china” ujar seorang netizen bernama @beylaspriana menanggapi permintaan pemerintah RRC agar pelaku kejahatan dideportasi ke China.

Sebelumnya ratusan WNA asal China dan Taiwan yang melakukan penipuan di Jakarta, Surabaya, dan Bali dipulangkan atau dideportasi ke negara asal mereka.

Dari 148 WNA, 143 orang dipastikan dideportasi, sedangkan lima lainnya masih diperiksa oleh pihak Polda Metro Jaya.Para WNA melakukan penipuan dan pemerasan melalui internet terhadap warga Cina lainnya dengan kerugian ditaksir Rp 5,9 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend