Netizen Perbincangkan Demo Buruh Ancam Mogok Massal

Demo Buruh Ancam Mogok Massal – sumber foto: Istimewa

Ribuan buruh dari wilayah Jabodetabek menggelar aksi demonstrasi massal di Jakarta pada Selasa, 1 September 2015 kemarin. Demo berpusat di Bundaran HI, kemudian sambil mengumandangkan lagu Indonesia Raya bergerak ke Istana Negara dengan berjalan kaki.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, para buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi pekerja ini mengadakan demo besar-besaran untuk menarik perhatian pemerintah akan beberapa tuntutan yang mereka ajukan.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, menurut perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), setidaknya ada sepuluh tuntutan buruh yang disuarakan dalam demo kemarin, yaitu:

  1. Turunkan harga barang sembilan bahan pokok dan bahan bakar minyak.
  2. Tolak ancaman pemutusan hubungan kerja terhadap buruh akibat melemahnya nilai Rupiah dan perlambatan ekonomi, sehingga perlu ada insentif bagi pekerja yang terancam PHK.
  3. Tolak masuknya tenaga kerja asing dan tolak dihapuskannya kewajiban berbahasa Indonesia bagi pekerja asing itu.
  4. Naikkan upah minimum 22 persen pada 2016 untuk menjaga daya beli buruh, dan tolak Rancangan Peraturan Pemerintah Pengupahan yang hanya berbasis inflasi plus dan Produk Domestik Bruto serta Revisi Kebutuhan Hidup Layak dari 60 item menjadi 84 item.
  5. Revisi PP Jaminan Pensiun, yaitu manfaat pensiun bagi buruh sama dengan Pegawai Negara Sipil, bukan Rp300 ribu per bulan.
  6. Perbaiki layanan program Jaminan Kesehatan, hapus sistem INA CBGs (Indonesia Case Base Groups) –aplikasi rumah sakit untuk mengajukan klaim kepada pemerintah, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan, tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, tambah dana PBI (Penerima Bantuan Iuran) dari APBN menjadi Rp30 triliun, dan menuntut provider RS atau klinik di luar BPJS bisa digunakan untuk COB (coordination of benefit).
  7. Bubarkan pengadilan buruh dan revisi total Undang-Undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial tahun ini juga.
  8. Angkat para pekerja outsourcing, terutama di BUMN, karena BUMN kini menjadi raja oustourcing. Serta pecahkan permasalahan guru honor yang tidak mempunyai hubungan jelas dengan upah hanya sekitar Rp100 ribu-300 ribu.
  9. Penjarakan Presiden Direktur PT. Mandom Indonesia Tbk karena telah lalai sehingga menyebabkan meninggalnya 27 orang dan 31 lainnya terancam PHK. Selain itu, kriminalisasi terhadap aktivis buruh juga kerap terjadi di mana banyak aktivis dipenjarakan. Di satu sisi ketika perusahaan salah, Kepolisian lambat sekali menindak. Juga copot Menteri Ketenagakerjaan karena tidak berbuat apapun dalam kasus yang melibatkan buruh.
  10. Hapuskan perbudakan modern dengan mengesakan Rancangan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas demo buruh yang digelar Selasa 1 September 2015 kemarin? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 1 September 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 33.539 tweet yang membicarakan tentang demo massal buruh di Bundaran HI dan Istana Negara.

Netizen menyebut banyaknya massa buruh yang berdemo menjadikan Istana Negara terkepung. Sebanyak 9.515 tweet mencuitkan ramainya demo yang dilakukan buruh se-Jabodetabek ini.

Sementara, sebanyak 2.911 tweet menyebut tentang berbagai tuntutan yang diajukan buruh saat berdemo kemarin. Setidaknya ada 10 poin tuntutan yang menjadi perhatian netizen Indonesia. Menurut netizen semua tuntutan buruh musti diperhatikan pemerintah.

Yang menarik adalah, adanya 568 tweet yang menyebut soal ancaman para buruh terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo, bahwa jika tuntutan yang mereka ajukan tidak dipenuhi, maka ribuan buruh ini akan menggelar mogok massal. Hal ini diperbincangkan netizen lewat 568 tweet.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend