Netizen Tantang Pemerintah: Kapan Aturan Taksi Online Diterbitkan

Netizen Tantang Pemerintah: Kapan Aturan Taksi Online Diterbitkan

Sumber foto : Istimewa

Pemerintah akan menindak tegas setiap aksi anarki yang terjad dalam demonstrasi hari ini (22/3). Hal ini ditegaskan oleh Kapolri Jendral (Pol) Badrodin Haiti. Kapolri menyatakan akan menindak tegas pengujuk rasa yang melakukan aksi anarki, apakah itu sopir taksi atau pegemudi ojek online yang ikut terlibat keributan saat unjuk rasa menuntut keberadaan angkutan umum berbasis online ditutup.

Badrodin meminta kepada Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto untuk melakukan tindakan tegas dan upaya hukum terhadap pendemo yang melakukan demo anarki.

Buntut adanya aksi kekerasan pada saat demonstrasi menyebabkan netizen menjadi tidak simpati terhadap jalannya aksi demonstrasi. Kekesalan netizen tersebut banyak terlihat pada saat kata kunci “Blue Bird” menjadi puncak trending topic Indonesia.

Pantauan redaksi eveline, hingga pukul 19:00 WIB (22/3) perbincangan tentang taksi online cukup ramai menarik perhatian netizen. Jumlah tweet berbincang tema taksi online tercatat mencapai 14.749 tweet. Puncak perbincangan netizen terjadi pada pukul 13:00 WIB (22/3) siang. Jumlah tweet tercatat mencapai 2.325 kicauan.

Meskipun sebagian besar netizen mengecam aksi demo menentang keberadaan taksi online, cukup banyak netizen yang mendukung penegakan aturan tentang keberadaan taksi online. Netizen menuntut agar pemerintah tegas dalam menjalankan aturan transportasi umum.

Seorang netizen bernama Bintang Prakoso melalui akunnya @btngp menyatakan “Kemajuan teknologi tak bisa dihalangi. Hanya saja, taksi online juga harus diuji KIR & mengikuti ketentuan. @GrabID @Uber_JKT @Bluebirdgroup“. Dari kicauan tersebut terlihat bahwa Bintang menekankan agar aturan tetap harus dijalankan.

Netizen lainnya yang juga seorang wartawan, melalui akun @unilubis menyebutkan melalui akun twitternya: “Mestinya Menhub, Menkominfo, Gub DKI, Kadishub diperintahkan duduk bareng supaya segera tuntas. Jangan cm kirim perwakilan “. 

Lebih lanjut, @unilubis menyatakan harapannya agar pemerintah tidak saja menindak tegas pelaku demo anarkis, tapi memberikan kepastian aturan taksi online. “Berharap konpers pemerintah sore ini tidak cuma: menyesalkan aksi anarkistis, pelaku dihukum. Tp regulasinya taksi online kapan terbit?”. 

Sementara itu, dikutip dari republika.co.id, Pakar Transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ofyar Z Tamin menilai pemerintah adalah dalang dari segala konflik yang terjadi antara jasa transportasi konvesional dengan transportasi berbasis aplikasi online.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend