Netizen Pertanyakan Kenaikan Harga Beras Meski Sudah Panen Raya

Harga Beras Naik Meski Sudah Panen Raya – sumber foto: Istimewa

Meski panen raya baru saja berlangsung, harga beras di pasaran di berbagai wilayah Indonesia relatif naik. Sebagai contoh, di wilayah eks Karesidenan Banyumas, harga beras jenis medium IR 64 di pasaran setempat sudah mencapai Rp 9.400 per kilogram. Asosiasi Perberasan Banyumas, Faturrahman mengakui harga beras belakangan memang mengalami kenaikan. Hal ini menurutnya dikarenakan para petani yang baru panen enggan menjual berasnya dikarenakan perkiraan musim kemarau yang masih akan berlangsung panjang.

”Para petani banyak yang tidak menjual hasil panen padinya yang sekarang, karena mereka memperkirakan kemarau masih akan berlangsung lama,” ungkap Faturrahman sebagaimana dikutip dari Republika.co.id

Sementara itu, pengamat pertanian Siswono Yudo Husodo menyebut Perum Bulog gagal memanfaatkan momentum pengadaan beras secara besar-besaran saat panen raya berlangsung. Akibatnya, stok beras sekarang di gudang Bulog masih rendah atau baru 1,62 juta ton padahal total pengadaan beras Bulog tahun 2015 sebanyak 1,85 juta ton. Menurutnya, kondisi pangan tanah air akan aman jika Bulog mempunyai stok beras di gudang sebesar 2 juta ton.

Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian berupaya mengantisipasi naiknya harga beras di pasaran ini. Rabu, 26 Agustus 2015 lalu, Kementerian Pertanian mengundang 5.000 petani dan pengusaha penggilingan padi di seluruh Indonesia. Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengimbau kepada para pengusaha penggilingan padi untuk menjual beras ke Bulog.

Meski merespon secara positif ajakan pemerintah, para pengusaa penggilingan padi mempertanyakan rendahnya harga beli beras Bulog sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 7.300 per kilogram.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas naiknya harga beras di pasaran meski sudah panen raya? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 30 – 31 Agustus 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 1.506 tweet yang membicarakan tentang harga beras di berbagai wilayah di Indonesia.

Sebanyak 641 tweet mengeluhkan kenaikan harga beras. Netizen menyebut harga beras di berbagai pasar di wilayah tanah air naik dan hal tersebut membebani mereka. Netizen lanjut mempertanyakan mengapa harga beras naik meskipun panen raya telah berlangsung. Melalui 337 tweet netizen menyebut harusnya setelah panen raya harga beras kembali normal atau justru turun.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend