Netizen Sebut Keputusan Impor Beras Thailand dan Vietnam Pukul Petani

Pemerintah Impor Beras Thailand & Vietnam – sumber foto: Istimewa

Dalam rangka memastikan ketersediaan pangan nasional, khususnya beras, pemerintah berencana melakukan impor beras Thailand dan Vietnam. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pada Selasa, 13 Oktober 2015 dalam rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Hal ini menurut Menteri Darmin dikarenakan stok Bulog yang hanya tersisa 1,7 juta ton sementara produksi dalam negeri masih terganggung sebagai akibat dampak fenomena El Nino. “Padahal kita harus mendistribusikan beras untuk rakyat sejahtera (rastra) ke-13 dan 14. Lagipula musim panen sudah habis, kita harus menunggu Maret tahun depan,” papar Darmin Nasution sebagaimana dikutip dari Liputan6.com

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas rencana pemerintah impor beras Thailand dan Vietnam? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 14 – 16 Oktober 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Sebanyak 4.584 tweet membicarakan tentang impor beras Thailand dan Vietnam yang akan dilakukan pemerintah.

Sebanyak 1.112 tweet dicuitkan netizen yang mewanti-wanti pemerintah agar impor beras tidak dijadikan alat pengusaha dan spekulan untuk mempermainkan harga. Hal ini menurut netizen penting karena selama ini beras jadi komoditas yang paling banyak dipengaruhi spekulasi.

Sementara itu, lewat 1.352 tweet, netizen meminta pemerintah memikirkan nasib petani dalam perencanaan impor beras. Menurut netizen, petani lah yang paling terpukul oleh kebijakan impor beras, karenanya, pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada mereka.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend