Netizen Soroti Hutang Indonesia yang Capai Rp 3.359 Triliun

Netizen Soroti Hutang Indonesia yang Capai Rp 3.359 Triliun

Sumber foto: pintarin / detikfinance

Hutang pemerintah Indonesia dikabarkan kini telah mencapai Rp 3.359 Triliun. Jumlah ini telah berkurang Rp 2,92 Triliun dari hutang periode akhir Juni 2016 yang berada dikisaran Rp 3.362,74 Triliun. Angka hutang tersebut, menurut pemerintah, masih dalam kondisi aman. Hal ini disebabkan oleh rasio utangnya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih rendah.

Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) mengatakan bahwa hutang tidak diukur dari besarnya nominal, melainkan dari sisi relativitasnya terhadap PDB. Saat ini utang tersebut baru mencapai 26,7% terhadap PDB. Persentase tersebut tentunya masih relatif lebih rendah dibandingkan kebanyakan negara lain. Bahkan seperti Jepang sudah mencapai 200% terhadap PDB negara itu.

Mengetahui hutang Indonesia yang mencapai Rp 3.359 Triliun, pengguna media sosial twitter pun ramai berkomentar.

Pengguna twitter dengan akun @rizkiemp mengatakan sebaiknya hutang Indonesia dihentikan dan mulai menggerakkan ekonomi Indonesia. “@detikcom @detikfinance apakah tidak lebih baik tidak menambah hutang tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian, mampu tidak????”

Berbeda lagi dengan komentar akun @byahlisa_elfri1 yang terlihat kaget mengetahui hutang pemerintah mencapai angka tersebut. “@detikcom @detikFinance. Busyeeett banyak amat min…terbayar gk itu ya, pantasan ajj atuh apa” mahal, hutang ny di bebanin ke rakyat mantap.”

Ada juga pengguna twitter yang yakin pemerintah dapat melunasi hutang 3 triliun itu. “@detikcom gampang asal niat,,,gaji 10juta bisa kredit mobil 200jt, masa pendapatan 2000T ngk bisa bayar utang segitu,” tulis pengguna twitter dengan akun @maryotoboyolali.

Kicauan senada juga terlontar dari akun @AhmadUnaidi. “@detikcom @detikfinance semoga pemerintah sdh bisa mengurangi utañg luar negeri.”

Pertanyaan pun muncul, bagaimana bisa pemerintah Indonesia melunasi semua hutang- hutang tersebut. Dikutip dari Detik, Robert Pakpahan mengaku sangat penting menjaga belanja negara terus diarahkan kepada hal yang produktif disaat seperti ini. Seperti yang dilakukan sekarang dengan belanja infrastruktur, dibandingkan dengan pemberian subsidi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*