Netizen Tanya Kenapa Pemeriksaan Sri Mulyani di Kemenkeu

Pemeriksaan Sri Mulyani oleh Bareskrim di Kemenkeu – sumber foto: Istimewa

Senin 8 Juni 2015 kemarin, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diperiksa Bareskrim Polri terkait kasus dugaan kasus korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang penjualan kondensat bagian negara oleh BP Migas (SKK Migas) ke PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Sebagaimana diketahui, pada 2009 BP Migas melakukan penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara kepada PT TPPI. Penunjukan langsung tersebut melanggar Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang pembentukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Dari hasil audir Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ditemukan setidaknya 3 pelanggaran dalam proses ini. Pertama penunjukan langsung, kedua tidak patuh terhadap peraturan keuangan yang ada. Ketiga, tindakan dilakukan berulang. Di mana kerugian negara diperkirakan mencapai 2 trilyun rupiah.

Sri Mulyani sendiri diperiksa terkait penerbitan surat persetujuan tata cara pembayaran kondensat, lewat Surat Menkeu Nomor 85MK-02 Tahun 2009 mengenai permohonan persetujuan tata cara pembayaran kondensat yang dikelola BP Migas untuk diolah TPPI. Berdasarkan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Sri Mulyani diduga mengetahui secara jelas perusahaan milik milik pengusaha Honggo Wendratno ini mengalami kesulitan keuangan, sehingga kesulitan mendapatkan pinjaman modal kerja.

Yang menarik adalah, alih-alih pemeriksaan Sri Mulyani sebagai saksi dilakukan di Bareskrim, Direktur Pelaksana Bank Dunia itu diperiksa di kantor Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Victor Edy Simanjuntak menegaskan, tidak ada perlakukan istimewa terhadap mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Victor menyebut adanya permintaan Kemenkeu untuk memeriksa Sri Mulyani di Kemenkeu. Disamping itu, pemeriksaan di Kemenkeu dinilai mempermudah penyidik apabila terdapat data yang diperlukan. Sebab, data juga terdapat di Kemenkeu.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas pemeriksaan Sri Mulyani dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang penjualan kondensat yang merugikan negara hingga 2 trilyun tersebut? Simak rangkuman redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 8 – 9 Juni 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat total 14.425 tweet membicarakan pemeriksaan mantan Menteri Keuangan era SBY Sri Mulyani oleh Bareskrim Polri.

Netizen menyebut bahwa Sri Mulyani diperiksa sebagai saksi dalam kasus kondesat ini. Sebanyak 1.228 tweet menyebut hal ini. Netizen menyoroti fakta bahwa Sri Mulyani mengetahui kondisi keuangan PT TPPI yang tidak sehat saat ditunjuk sebagai pelaksana penjualan kondesat oleh BP Migas pada 2008. Terdapat 2.770 tweet menyatakan hal ini. Terkait dengan hal tersebut, netizen melalui 1.412 tweet mengajukan pertanyaan mengapa Sri Mulyani menyetujui penunjukan PT TPPI. Menurut netizen hal ini adalah sebuah kesalahan fatal Sri Mulyani sebagai menteri keuangan.

Sementara itu, tak kalah banyak netizen yang menyatakan keheranan mengapa lokasi pemeriksaan Sri Mulyani bukan di gedung Bareskrim layaknya saksi dan tersangka kasus lainnya, melainkan di gedung Kementerian Keuangan. Lewat 2.672 tweet menyatakan hal ini merupakan perlakukan istimewa yang tidak seharusnya dilakukan Polri. Hal ini sejalan dengan pernyataan DPR yang menyesalkan perlakukan istimewa tersebut. Sebanyak 828 tweet dicuitkan netizen mendukung pernyataan DPR tersebut.

Yang tak kalah menarik adalah, pengakuan Sri Mulyani yang disebut oleh netizen lewat 657 tweet bahwa rapat penyelamatan PT TPPI dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Netizen meminta JK untuk juga diperiksa oleh Bareskrim.

***

2 thoughts on “Netizen Tanya Kenapa Pemeriksaan Sri Mulyani di Kemenkeu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend