Netizen Tolak Wacana Pemotongan Zakat Gaji PNS Muslim

HUT Korpri ke-45 Jadi Perbincangan Para Pengguna Twitter

Foto: Ilustrasi

Penolakan netizen makin ramai terlihat di media sosial menyusul rencana pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) 2,5% untuk zakat khusus bagi PNS Muslim.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, M Fuad Nasar mengatakan alasan pemerintah mewacanakan tersebut sebagai salah satu bentuk memfasilitasi masyarakat dalam hal ini PNS untuk memenuhi kewajiban membayarkan zakat.

Dia menjelaskan, fasilitas yang ditujukan kepada para PNS muslim ini juga tidak diberlakukan secara wajib, hanya untuk mempermudah abdi negara terutama yang gaji dan tunjangannya telah mencapai nishab (batas minimal wajib pajak).

Penolakan datang dari beragam latar belakang netizen. Prof Mahfud MD menyatakan keberatan terhadap wacana tersebut.

“Niatnya Pak Menag mungkin baik. Utk berbuat baik kadang hrs setengah dipaksa, Tp zakat itu baru wajib jika sdh mencapai nishab & haul (tersimpan setahun). Bgmn kalau gaji PNS tak mencapai nishab & haul, msl, krn bayar hutang & keperluan lain? Pikir lg lah.”

Netizen juga mencurigai wacana tersebut muncul untuk menambal kas negara.

Sampai saat ini, beleid wacana pemotongan 2,5% gaji abdi negera untuk membayarkan zakat masih dalam tahap pematangan draft. Nantinya aturan ini akan tertuang dalam Peraturan Presiden.

Ditempat terpisah, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menduga, motif rencana kebijakan pemerintah menarik 2,5 persen gaji PNS untuk zakat sebagai upaya menutup menipisnya kas negara.

Menurutnya, pemerintah saat ini panik karena kekurangan kas sehingga mencari pemasukan dengan segala cara, salah satunya dengan memotong gaji PNS untuk zakat.

“Jadi jangan motifnya adalah karena kas negara mulai kering lalu semua sumber-sumber yang bukan merupakan hak dari negara dirampas,” ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/2).

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend