Ngawi Panen Raya Padi, Netizen Ikut Sedih Soal Impor Beras

Foto: Ilustrasi

Petani di Ngawi Jawa Timur menyayangkan sikap pemerintah yang mengimpor beras. Terlebih saat ini Ngawi sudah masa panen raya padi.

“Kalau saya sebagai petani di Ngawi tidak setuju soal impor beras. Jangan sampai impor menjadi bumerang bagi petani, apalagi Ngawi sudah panen padi,” jelas Randi, petani warga Dusun Cupo Kelurahan Grudo Kecamatan Ngawi kepada detikcom, Kamis (8/2/2018).

Impor beras yang dilakukan pemerintah, kata Randi, jelas akan mempengaruhi harga gabah yang akan turun drastis. Apalagi saat ini harga gabah sudah mengalami penurunan.

“Sudah pasti kalau impor masuk harga gabah akan turun. Ini pun beras impor belum datang tapi harga gabah sudah turun. Petani belum menikmati kenaikan harga gabah, tapi harga sudah turun,” tutur Randi.

Randi menuturkan saat ini harga gabah mengalami penurunan harga. Dari harga gabah panen basah Rp 5.400 kini menjadi Rp 5.300/kg. Sedangkan harga gabah kering sebelum panen sempat tembus harga Rp 6.300/kg saat ini menjadi Rp 6.000/kg.

Randi menambahkan saat ini nasib petani sangat memprihatinkan. Di kala musim tanam kesulitan pupuk. Sedang saat panen harga gabah sangat minim sehingga tidak mencukupi kebutuhan biaya tanam.

Kondisi ini ramai mendapat tanggapan netizen melalui kolom komentar Facebook. Beberapa netizen ikut prihatin dengan nasib petani di Ngawi.

“Petani ohh petani, hanya karena pd buta mata membela pemimpin negri. Petani dinyinyiri, kmrn nelayan, buruh dan sekarang petani. Kaum2 ekonomi mennegah kebawah jd korban nyinyiran oleh orang2 yg mmebela membabi buta yg hanya bisa koment di medsos korban cuci otak media,,” ujar pemilik akun facebook Edi Wibowo.

Akun Adi Pandawa juga menyampaikan keprihatinan yang serupa. “Membeli Beras Import Di Saat Masa Panen Itu Kan Pro Rakyat Keci… Kamu Ini Gimana Petani Ko Bodoh??jangan Salahkan Pemerintah Apalagi Pak Jokowi?? Kamu yang Salah Kenapa Manen Padi Di Saat Pemerintah Sedang Import Beras??? Ayo nanam padi ulang… Biar di beli pemerintah… Hehehehe… Nasib nasib jadi petani”. 

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ngawi menyebutkan luas lahan tanaman padi saat ini mencapai lebih dari 52.520 hektar. Areal 52.520 hektar itu tersebar di 221 desa dan kelurahan di 19 kecamatan dengan hasil rata-rata mencapai 7,5 ton/hektar.

“Kalau data angka pertanian padi di Ngawi lebih dari 52 ribu hektar tersebar di 221 desa kelurahan untuk hasil rata-rata 7,5 ton per hektar,” jelas koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan POPT Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ngawi Edi Suwarno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend