Paska Penemuan Beras Plastik, Media Sosial Ramai Mempertanyakan Uji Lab

Maraknya pemberitaan tentang peredaran beras sintetis berbahan dasar plastik mulai dianggap cukup meresahkan. Menanggapi keresahan masyarakat, Presiden memanggil para Menteri terkait pada Selasa (26/5/15) yang lalu dalam rapat kabinet terbatas. Rapat yang digelar di Istana Negara ini, tentu saja membahas tentang peredaran beras plastik dimasyarakat.

Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel juga membantah adanya kemungkinan bahwa peredaran beras plastik karena adanya impor beras yang dilakukan Pemerintah. Dalam kasus ini, Pemerintah berpendapat bahwa harga plastik lebih mahal dibandingkan dengan harga beras. Diduga, isu beras plastik jauh dari motif ekonomi.

Akibat maraknya isu beras plastik yang sangat meresahkan ini, masyarakat sampai menganggap bahwa beras yang dikonsumsinya mengandung plastik. Bahkan, program pemerintah dalam bentuk beras fortifikasi atau beras yang diperkaya nutrisi sampai ditolak masyarakat.

Dikutip dari berbagai sumber, pedagang beras banyak mengeluhkan turunnya omzet pejualan. Semenjak isu beras plastik merebak, penjualan beras turun sampai 30 persen. Pedagang beras eceran di pasar-pasar tradisional juga mengaku bahwa penjualan beras turun secara signifikan. Menurut pedagang, keaslian beras yang mereka jual diragukan oleh calon pembelinya. Apakah asli atau mengandung plastik.

Guna pengusutan isu beredarnya beras plastik, Kapolri,  Jenderal (Pol) Badrodin Haiti membentuk satuan tugas khusus. Satuan ini bertugas untuk menelusuri dan memastikan kebenaran peredaran beras plastik di masyarakat.

Seperti diketahui, kasus beras plastik ini berasal dari tindakan jajaran Kepolisian Sektor Bantargebang, Bekasi, yang menutup sebuah toko yang diduga menjual beras sintetis kepada Dewi Septiana, penjual bubur di Mutiara Gading Timur. (baca juga: Waspada Beras Plastik Impor, Media Sosial Ramai Berkicau).

Pantauan yang dilakukan redaksi eveline sepanjang 21-28 Mei 2015, perbincangan tentang peredaran beras plastik mendapatkan animo yang tinggi melalui media sosial. Pantauan di linimasa twitter, perbincangan tentang beras plastik, hingga berita ini dimuat mencapai 192.477 tweet. Puncak perbincangan tentang beras plastik selama periode pemantauan terjadi pada tanggal 22 Mei 2015. Jumlah perbincangan pada tanggal tersebut mencapai 43.552 tweet.

Masyarakat tentu saja menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh pemerintah. Perbincangan tentang hasil uji laboratorium yang dilakukan Laboratorium forensik Polri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian mendapatkan perhatian tinggi dari masyarakat. Sebanyak 13.809 tweet memperbincangkan hasil penelitian keempat lembaga tersebut yang menyatakan tidak ditemukannya kandungan plastik.

Perbedaan hasil ujicoba dari keempat lembaga tersebut dengan Sucofindo juga menarik perbincangan masyarakat. Sebanyak 9.838 tweet dicuitkan onliner twitter tentang beda hasil antar lembaga tersebut. Meskipun berbeda hasil, masyarakat juga mendukung sucofindo untuk tidak goyah atas berbagai tekanan jika hasil ujicobanya memang benar. YLKI bahkan menyatakan hasil penelitian Sucofindo jauh lebih kredibel dibandingkan dengan lembaga lainnya. Sebanyak 2.257 tweet menyatakan dukungan atas hasil penelitian Sucofindo.

Atas perbedaan hasil peneltian tersebut, masyarakat juga mendukung langkah kepolisian untuk mencari laboratorium pembanding. 242 tweet dicuitkan pengguna twitter mendukung Polri mencari pembanding penelitian ke laboratorium UI dan IPB.

Masyarakat juga menaruh perhatian tinggi terhadap rencana polri untuk memeriksa Dewi Septiana. Sebanyak 2.041 tweet memperbincangkan rencana polri tersebut, meskipun rencana tersebut ditentang oleh YLKI.

Terlepas dari perbedaan hasil uji lab antara Sucofindo dan BPOM, masyarakat juga ramai memperbincangkan adanya motif tertentu dibalik maraknya isu beras plastik. Sebanyak 2.930 tweet menyampaikan melalui linimasa twitter bahwa motif politik merupakan agenda utama dibalik kisruh peredaran beras plastik.

****

Loading...

3 thoughts on “Paska Penemuan Beras Plastik, Media Sosial Ramai Mempertanyakan Uji Lab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend