Pemerintah Putuskan Impor Beras, Netizen Tuding Alih Fungsi Lahan

Foto: Ilustrasi

Pemerintah mengimpor hingga 500 ribu ton beras jenis khusus dari sejumlah negara seperti Vietnam dan Thailand. Upaya itu untuk menyikapi menipisnya stok komoditas pangan utama tersebut sambil menunggu panen kembali stabil.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa beras impor tersebut ditargetkan tiba di Indonesia pada akhir Januari 2018.

“Saya tidak mau mengambil risiko kekurangan pasokan. Saya mengimpor beras khusus, beras yang tidak ditanam di dalam negeri. Kami kemudian memasok beras impor. Dengan demikian, maka tidak ada kekhawatiran kekurangan pangan,” ujar Enggartiasto Kamis malam, 11 Januari 2018.

Keputusan pemerintah mengimpor kembali beras menuai beragam reaksi netizen Indonesia. Netizen terlihat menolak impor beras sebagai langkah untuk mengendalikan kenaikan harga beras. Seorang netizen justru bertanya perasaan petani Indonesia terhadap rencana tersebut.

Terhadap klaim pemerintah swasembada beras, netizen justru terlihat menyindir. Seperti dikicaukan akun @bdatma dengan kicauan “Sukses swasembada Beras Impor. Lanjutkan!!!.”

Netizen juga menuding alih fungsi lahan sebagai biang kerok susutnya lahan pertanian. Akun @AripKetip sangsi jika alih fungsi lahan terus melanjut, Indonesia tidak mungkin swasembada beras.

Lebih jauh, pemerintah memproyeksi stok kembali stabil usai panen mencapai hasil yang mencukupi pada Februari atau Maret 2018. Ia memastikan bahwa pemerintah saat ini sudah memegang kendali kembali atas harga beras yang sempat naik, melalui langkah-langkah yang diambil, termasuk impor.

“Masalah perut, masalah pangan, itu menjadi prioritas,” ujar Enggartiasto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend