Premium Diganti Pertalite, Netizen Minta Mafia Migas Diberantas

Premium dihapus diganti Pertalite – sumber foto: Kompas.com

Pertamina berencana mengganti bahan bakar minyak jenis Premium dengan Pertalite. Hal ini sesuai dengan rencana pemerintah yang akan menghapus secara penuh penggunaan bensin Premium dalam dua tahun, atau per 2017. Pertalite sendiri resmi diberlakukan secara bertahap mulai Mei 2015, di kota-kota besar di Jawa, Madura dan Bali, seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan Bandung.

Menurut Direktur Pemasaran dan Ritel PT Pertamina (persero), Achmad Bambang, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com, Pertalite mempunyai nilai RON (Research Octane Number) 90, lebih tinggi dari Premium yang beroktan 88. Nilai oktan ini berkorelasi dengan kualitas pembakaran yang lebih efisien, sehingga penggunaan bahan bakar lebih hemat dan ramah lingkungan. Terkait dengan harga, Pertamina belum merilis harga resmi Pertalite, namun diperkirakan antara harga Premium (Rp 7.400/liter) dan harga Pertamax (Rp 8.600/liter).

Bagaimana publik, khususnya netizen Indonesia menanggapi penggantian Premium dengan Pertalite ini? Berikut redaksi Eveline merangkumnya untuk Anda.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial Indonesia, khususnya Twitter selama periode 14 – 19 April 2015. Di mana terdapat total pembicaraan sejumlah 11.688 tweet tentang penghapusan Premium diganti dengan Pertalite. Jumlah yang sangat besar, di mana kurang lebih ada 2.000 tweet yang dicuitkan netizen setiap harinya terkait masalah ini.

Dari jumlah tersebut, 3.747 tweet bicara tentang concern netizen perihal penghapusan subsidi BBM oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan harga Pertalite nantinya tidak akan mendapat subsidi sama sekali dari pemerintah, beda dengan Premium. Alih-alih mengganti Premum dengan Pertalite, sebagian besar netizen meminta pemerintah lebih fokus pada pemberantasan mafia migas yang selama ini dianggap bertanggung jawab terhadap carut-marutnya dunia perminyakan tanah air. Hal ini terlihat dari 1.863 tweet yang bicara tentang desakan pemberantasan mafia migas.

Yang paling menarik adalah, adanya 593 tweet yang dicuitkan netizen menyatakan bahwa rencana penghapusan Premium diganti dengan Pertalite yang harganya lebih mahal adalah akal-akalan pemerintah.

Bagaimana pemerintah merespon suara publik khususnya netizen Indonesia ini? Kita lihat saja hingga awal Mei mendatan saat Pertalite resmi dipasarkan.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend