Pungutan Dana Ketahanan Energi Dari Penjualan BBM, Menuai Reaksi Netizen

Pungutan Dana Ketahanan Energi Dari Penjualan BBM, Menuai Reaksi Netizen

Mulai tahun depan pemerintah akan membebankan pungutan untuk Dana Ketahanan Energi. Bagi konsumen Premium, besaran pungutan yang dibebankan sebesar Rp 200 per liter. Sementara untuk Solar, besaran pungutannya Rp 300 per liter. Khusus untuk solar, dana ketahanan energi ditanggung oleh pemerintah dalam bentuk subsidi. Sementara untuk premium, meskipun sudah mengikuti mekanisme pasar, tetap dibebankan ke konsumen.

Mengutip penjelasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di cnnindonesia, harga jual per liter premium dan solar terhitung mulai 5 Januari 2016 turun masing-masing sebesar Rp150 dan Rp300. Dengan demikian, harga premium turun dari harga keekonomian saat ini Rp7.300 per liter menjadi Rp6.950 per liter.

Sementara harga solar turun dari Rp6.700 per liter menjadi Rp5.650 per liter.  Sementara untuk solar, lanjut Sudirman, dikenakan dana ketahanan energi sebesar Rp300 per liter. Namun, dana tersebut ditanggung pemerintah, selain subsidi harga yang masih melekat sebesar Rp1.000 per liter.

Kebijakan pemerintah inipun menuai keritikan dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Pakar hukum Yusril Ihza Mahendra. Ia mengatakan pemerintah tidak bisa seenaknya menggunakan Pasal 30 UU Energi untuk memungut dana masyarakat dari penjualan BBM. Lebih lanjut ia menegaskan tidak ada norma apapun dalam Pasal 30 UU Energi yang memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk melakukan pungutan langsung kepada masyarakat konsumen BBM.

Pungutan yang dibebankan masyarakat untuk keperluan Dana Ketahanan Energi ini juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial. Dari hasil pantauan redaksi eveline pada linimasa twitter, pada 22 – 26 Desember 2015 mencapai 8.245 kicauan. Dimana puncak perbincangan terjadi pada Jumat, 25 Desember 2015 mencapai 2.758 tweet. Sedangkan pada hari ini perbincangan Dana Ketahanan Energi sampai berita ini dimuat sudah mencapai 1.672 kicauan, dan diprediksi akan terus meningkat.

Berikut beberapa kicauan di Twitter yang dirangkum oleh redaksi eveline, kicauan Najib Quroisin yang merasa tertipu oleh kebijakan pemerintah, “Penurunan harga BBM diberitakan sebagai kado natal dan tahun baru. Padahal selain penurunan juga ada pungutan dana ketahanan energi.” ujar pemilik akun @NajibQuroisin. Namun ada juga komentar positif terhadap kebijakan pemerintah ini, seperti kicauan akun @RustamIbrahim “Daripada habis digunakan untuk asap knalpot, lebih baik ada dana ketahanan energi untuk tabungan jika ternyata harga minyak bumi naik.”

Lebih lanjut komentar-komentar bernada kritikan juga terlihat di media sosial facebook. Salah satu komentar yang sangat pedas dilayangkan oleh akun Teguh Pramono, dirinya mengatakan “Dr dulu rakyat yg mensubsidi pemerintah. Bukan pemerintah yg mensubsidi rakyat nya.yg kita bayar pjk itu bukan nya tuk subsidi pemerintah…
Hai pemerintahan skg dengerin jeritan rakyat kecil….. Asal tau aja yg memilih presiden skg persentase lbh bnyk dr kalangan org kecil…karena pencitraan yg bikin terkenal..Dan skg para menteri nya yg sok pahlawan tp kinerja nya tdk maksimal.. Pertumbuhan ekonomi melemah,rupiah melemah apakah ini suatu prestasi…”

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend