Ribuan Buruh berdemo, Netizen Sebut Istana Negara Akan Dikepung

Ribuan buruh berdemo ke Istana Negara hari ini (30/10/15), rencananya sekitar puluhan ribu orang dari berbagai elemen akan demo menuntut penolakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Ribuan buruh ini berunjuk rasa dengan agenda menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, menolak Paket Kebijkan Ekonomi Jilid IV Pemerintahan Jokowi-JK, menuntut kenaikan upah antara 22-24 persen, menuntut penambahan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari 64 item menjadi 80 KHL.

Demonstasi akan dimulai dari Patung Kuda dan langsung berjalan kaki menuju ke Istana Negara. Segala alat transportasi yang digunakan pendemo seperti bus, mobil, motor akan di parkir di monas. Aksi demo buruh digelar mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas aksi ribuan buruh berdemo ke Istana Negara? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 30 Oktober 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 4.553 tweet yang membicarakan tentang aksi ribuan buruh berdemo ke Istana Negara.

Aksi demo buruh yang dilakukan hari ini diperkirakan diikuti 50.000 buruh dari berbagai elemen. Aksi ini dikoordinir oleh Komite Aksi Upah (KAU) yang terdiri dari Gabungan KSPI,KSPSI AGN,KSBSI,SBSI 92, KPBI, KASBI, SBSI,SPN,FSPMI dan 50 federasi serikat pekerja lainnya. Netizen menyebut ribuan buruh berdemo menjadikan Istana Negara terkepung. Sebanyak 1.690 tweet mencuitkan istana akan dikepung ribuan buruh hari ini.

Netizen juga sebut, buruh akan terus berdemo hingga aturan upah disepakati memenuhi linimasa Twitter sebanyak 420 tweet. Seperti dikutip dari laman metro.sindonews.com : Presiden Konfederasi Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan “Bilamana pemerintah tidak merespons tuntutan buruh maka akan dilanjutkan aksi mogok daerah, melumpuhkan kawasan Industri, pelabuhan, Bursa Efek Indonesia,”.

Said Iqbal juga menyatakan akan tolak PP 78/2015 tentang Upah, tolak formula baru kenaikan upah minimum=inflasi+PDB, naikkan upah minimum 2016 berkisar 22-25% (naik berkisar Rp500 ribu-an). Pihaknya juga mengancam akan melakukan aksi mogok nasional sekira bulan November jika tuntutannya tidak didengarkan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend