Ribuan Netizen Tanda Tangani Petisi Tolak Tax Amnesty

Ribuan Netizen Tanda Tangani Petisi Tolak Tax Amnesty

Sumber foto: bisnis.liputan6 / merdeka

Rancangan UU Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty ternyata masih menjadi polemik di masyarakat. Polemik ini tak lepas dari tujuan tax amnesty yang menarik harta kekayaan para konglomerat Indonesia di luar negeri. Puncaknya, muncul petisi penolakan tax amnesty yang beredar di internet melalui change.org.

Hingga Jumat (22/3) kemarin, sudah sekitar 3.668 pengguna twitter menandatangani petisi tersebut. Hal ini seperti dikutip dari Waspada. Petisi dengan judul “Stop Ketidakadilan, Jangan Ampuni Orang Kaya dan Korporasi Pengemplang Pajak!” itu sudah mulai beredar sejak tanggal 19 April lalu. Isi petisi tersebut adalah mempertanyakan sejauh mana kebijakan pengampunan pajak efektif membawa kembali dana untuk memenuhi pembiayaan pembangunan di dalam negeri.

Disisi lain Dirjen Pajak sebenarnya ingin pengampunan pajak berlaku karena melihat ribuan triliun rupiah uang orang Indonesia yang terparkir di negara lain dapat membawa berkah bagi perekonomian Indonesia bila berhasil ditarik. Mereka mengaku tak selalu berpikir soal potensi penerimaan pajak yang dihasilkan dari tebusan tax amnesty. Yang terpenting menurut mereka adalah program pengampunan pajak dapat menarik dana-dana orang-orang Indonesia di luar negeri.

Dalam sejarahnya, penerapan tax amnesty di beberapa negara tak berdampak baik. Hal ini dikarenakan penerapannya yang tak dibarengi dengan perbaikan administrasi pajak dan tak disertai pula dengan penegakan hukum perpajakan.

Tax amnesty bukan kali pertama dilakukan di Indonesia. Sebelumnya pada tahun 1965, 1984, 2008 dan 2015 pemerintah telah menerapkan tax amnesty atau sejenisnya. Namun dalam empat kali penerapannya, bisa dibilang semua belum berhasil. Terlihat kebijakan ini belum mendongkrak kepatuhan wajib pajak, sedang realisasi pajak menurun dan rasio pajak tak begitu memperlihatkan perbaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend