Rupiah Melemah, Harga BBM Naik Lagi, Apa Kata Publik?

Pelemahan Rupiah terhadap dollar beberapa waktu belakangan, ditambah naiknya harga minyak bumi dunia, menyebabkan pemerintah berencana menaikkan kembali harga Premium dan Solar per April 2015. Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menjelaskan, pada Selasa, 24 Maret 2014, rencana kenaikan tersebut selain faktor eksternal, juga mempertimbangkan kondisi ekonomi, sosial, dan politik.

Harga Premium per Maret 2015 oleh Pertamina sudah naik sebesar Rp 200 per liter untuk jenis RON 88 dari sebelumnya Rp 6.700 per liter menjadi Rp 6.900 per liter untuk wilayah Jawa dan Bali. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, Premium tidak lagi menjadi barang bersubsidi. Penetapannya dibagi menjadi dua, yakni oleh pemerintah untuk Premium di luar Jawa-Bali dan Pertamina untuk Premium umum di Jawa-Bali. Sementara solar dan minyak tanah tetap menjadi barang bersubsidi yang harganya ditetapkan pemerintah.‎

Bagaimana reaksi publik Indonesia di media sosial twitter terhadap rencana kenaikan BBM ini? Eveline merangkumnya untuk Anda.

Pemantauan dilakukan selama periode 18-25 Maret 2015, di mana terdapat 16.864 tweet bicara tentang BBM Naik. Dari jumlah tersebut, 484 tweet menyarakan kenaikan BBM ini diakibatkan Rupiah Tertekan. Sementara 845 tweet bersuara skepsi dengan menyatakan Rakyat Sudah Terbiasa BBM Naik. Ini bisa dimaknaik sebagai sindiran kepada pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara itu, terdapat 896 tweet yang disuarakan pengguna twitter Indonesia yang menyatakan kekhawatirannya bahwa kenaikan BBM ini akan memicu inflasi lebih lanjut. Yang paling menarik, adalah adanya 1.128 tweet yang gencar mengancam akan menggelar demo jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM per April 2015 ini.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend