SBY Jawab Tudingan Menteri ESDM, Petral Ramai Diperbincangkan

Rabu 13 Mei 2015, Pertamina memutuskan pembubaran Petral. Paska pembubaran ini, kegiatan bisnis Petral Group terutama yang menyangkut ekspor-impor minyak mentah dan produk kilang akan sepenuhnya dijalankan Pertamina melalui Integrated Supply Chain (ISC).

Faisal Basri menyatakan kegembiraan atas keputusan Pertamina dan pemerintah terkait pembubaran Petral. Bahkan menurut pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, keputusan pembubaran Petral dan anak perusahaannya melebihi ekspektasi Tim Tata Kelola Migas.

Penghentian dan sekaligus pentutupan kegiatan bisnis petral tak hanya berhenti sampai disitu. Tudingan yang dilontarkan oleh Menteri ESDM, Sudirman Said dan Kepala Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri bahwa rencana pembubaran petral selalu berhenti di meja presiden SBY berbuntut panjang.

Disebut sebagai pihak yang mengintervensi rencana pembubaran Petral, SBY pun membantah melalui akun twitternya sebagai fitnah. SBY mengklaim setelah melakukan klarifikasi kepada Mantan Wakil Presiden dan lima menteri pada era pemerintahannya tidak ada pengajuan untuk membubarkan Petral.

Tidak saja SBY, kader-kader partai demokrat juga ramai-ramai meminta agar Menteri ESDM, Sudirman Said mengklarifikasi pertanyaannya tersebut. Partai Demokrat juga meminta agar Sudirman Said mengklarifikasi kepada publik atas pernyataan mandeknya rencana pembubaran Petral di meja kerja SBY.

Kultwit SBY melalui akun resmi twitternya tersebut membuat pembicaraan tentang Petral menjadi cukup ramai diperbincangkan di media pemberitaan dan media sosial. Pantauan redaksi eveline pada linimasa twitter sejak 18 – 20 Mei 2015, perbincangan tentang Petral mencapai 12.031 kicauan.

Perbincangan cukup ramai sepanjang pemantauan 18-20 Mei 2015 adalah jawaban SBY atas tudingan dari Menteri ESDM dan Faisal Basri. Sebanyak 19.199 tweet ramai memperbincangkan sanggahan dan juga tudingan SBY bahwa dirinya merasa tidak nyaman tentang upaya pembubaran petral yang berhenti di meja kerja SBY.

Pembelaan yang dilakukan oleh kader-kader partai demokrat juga meramaikan linimasa twitter. 7.220 tweet sepanjang 18-20 Mei ramai membicarakan kader-kader partai Demokrat yang menyerang kembali Menteri ESDM agar mengklarifikasi pernyataannya di depan publik.

Jawaban SBY tersebut dianggap banyak pihak menuai kontroversi. Tidak sedikit yang menyebut bahwa tidak seharusnya SBY terlalu cepat memberikan respon perihal tudingan Menteri ESDM. Di linimasa twitter, 557 tweet bahkan menyebutkan bahwa SBY hanya pencitraan dengan menjawab tuduhan Menteri ESDM. Bahkan, pembelaan terhadap pernyataan Sudirman Said dan Faisal Basri mendapatkan pembelaan dari netizen. Sebanyak 1.251 tweet menyebutkan bahwa Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN kala itu tiga kali bertemu dengan SBY untuk membahas pembubaran Petral.

Selain berkembang pembicaraan dukungan terhadap Menteri ESDM, dukungan terhadap SBY juga ramai disuarakan pengguna twitter. Sebanyak 1.746 mengungkapkan nada miring bahwa apa yang dilakukan oleh Menteri ESDM tersebut untuk mencegah dirinya di reshuffle seperti yang banyak diberitakan oleh media. Seperti kita ketahui bersama, belakangan santer diberitakan nama Sudirman Said masuk disebut-sebut sebagai Menteri yang akan di rombak oleh Presiden Joko Widodo.

Terlepas dari pro kontra perdebatan tentang Mafia Migas yang selama ini mengelilingi Petral, ungkapan Kepala Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri bahwa bubarnya Petral tidak serta merta akan membubarkan permainan mafia Migas. Faisal bahkan menyebutkan bahwa pembubaran petral ibarat membakar sarang tawon. Pernyataan Faisal Basri ini bahkan dikutip banyak pihak sebagai bahan perbincangan di linimasa twitter. 3.571 mendukung pernyataan Faisal Basri bahwa permainan Mafia Migas tidak hilang seiring dengan pembubaran Petral.

****

 

One thought on “SBY Jawab Tudingan Menteri ESDM, Petral Ramai Diperbincangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend