SBY Kultwit Kondisi Ekonomi Sudah Lampu Kuning, Netizen Ramai Menanggapi

SBY Kultwit Ekonomi Indonesia Lampu Kuning – sumber foto: Istimewa

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono nampaknya gerah dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Utamanya Senin 24 Agustus 2015 kemarin, di mana nilai tukar rupiah anjlok ke angka terendah sejak krisis moneter 1998, yaitu 14 ribu per dollar Amerika Serikat. Meskipun banyak pihak menyebut berbagai faktor eksternal menjadi pemicu terpuruknya mata uang Republik Indonesia tersebut, namun tak sedikit pula yang menyatakan kinerja ekonomi pemerintahan saat ini tidak sebagus masa pemerintahan sebelumnya di bawah kendali SBY.

Lewat akun twitter resminya, @SBYudhoyono, Presiden RI keenam tersebut mencuitkan tak kurang dari 12 tweet mengenai analisis kondisi perekonomian Indonesia terkini. Beberapa point penting yang disuarakan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut antara lain, kondisi ekonomi negara-negara asia, khususnya Indonesia, saat ini berada dalam posisi ‘lampu kuning”. Yang bisa diartikan kondisi yang mengkhawatirkan. SBY menegaskan jangan sampai kondisi lampu kuning ini bertambah parah menjadi lampu merah.

SBY menyarankan pemerintah, untuk belajar dari krisis moneter tahun 1998 dan krisis ekonomi dunia tahun 2008, di mana efek penularan (contagion effect) merupakan hal yang tak bisa dihindari, baik secara internal maupun eksternal. SBY juga menyebut kejatuhan nilai rupiah, saham gabungan dan harga minyak melebihi kewajaran. Karenanya, pemerintah harus waspada, karena sektor keuangan dan riil terimbas.

Lebih lanjut, SBY menyarankan pemerintahan Jokowi untuk menerapkan manajemen krisis serta menghindari hal-hal yang tidak perlu. Ini menurut SBY untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah karena efek anjloknya nilai tukar rupiah sudah terasa di masyarakat secara langsung.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas kultwit mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 24 – 25 Agustus 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 6.227 tweet yang membicarakan tentang kultwit SBY soal kondisi perekonomian Indonesia dan apa yang sebaiknya dilakukan pemerintah sekarang untuk mengatasinya.

Netizen menyatakan persetujuannya pada poin yang dicuitkan SBY mengenai perlunya pemerintah Jokowi belajar dari pengalaman krisis moneter tahun 1998. Netizen menambahkan bahwa publik saat ini mulai cemas kondisi ekonomi Indonesia akan kembali terpuruk seperti masa krisis ekonomi 1998. Kekhawatiran ini dinyatakan netizen lewat 1.496 tweet.

Netizen juga sepakat dengan pernyataan SBY bahwa para pelaku bisnis, baik di sektor keuangan maupun riil terimbas dengan jatuhnya nilai tukar rupiah saat ini. Poin ini disebut-sebut netizen sebanyak 750 tweet. Sementara, pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono bahwa kondisi ekonomi Indonesia sekarang berada di posisi lampu kuning diperbincangkan netizen lewat 783 tweet.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend