Setelah Daging Sapi, Giliran Netizen Resah Pedagang Daging Ayam Mogok Jualan

Netize Resah Pedagang Daging Ayam Mogok Berjualan – sumber foto: Istimewa

Jika sebelumnya diberitakan mogoknya para pedagang daging sapi di Jabodetabek berjualan sebagai protes tingginya harga, kini giliran para pedagang daging ayam yang nyatakan akan mogok berdagang. Alasannya serupa, tingginya harga daging ayam dari bandar mengakibatkan para pedagang di Jabodetabek dan Bogor berencana menggelar mogok berjualan.

Hal ini dinyatakan pedagang daging ayam di Pasar Induk Kramat Jati, sebagaimana dikutip dari Republika.co.id. H Darsono, seorang pedagang menyebut pihaknya mengajak para pedagang untuk mogok berjualan mulai hari ini, Senin 17 Agustus 2015 hingga Rabu 19 Agustus 2015 sebagai bentuk protes tingginya harga beli dari bandar.

“Karena harga daging ayam naik, dan tidak turun-turun,” sebut H Darsono. Dia menjelaskan, sejak Lebaran tahun ini, daging ayam terus meningkat dan tidak turun. Setiap harinya pedagang ayam merasakan kenaikan harga sedikit demi sedikit. Saat ini, Darsono menyebut harga beli di tempat pemotongan ayam perkilogramnya Rp 22.500, dimana pedagang menjual Rp 24.500. Akibatnya pedagang hanya mendapatkan keuntungan Rp 2 ribu perkilogramnya.

Sementara, mogok berjualan juga dilakukan Paguyuban Pedagang Daging Ayam Bogor, yang sudah menggelar aksinya dari Minggu 16 Agustus 2015 kemarin. Alasan serupa disampaikan pedagang di Bogor yaitu tingginya harga beli dari bandar sehingga mengurangi keuntungan pedagang.

Mengenai faktor kenaikan harga daging ayam, guru besar peternakan dan pangan IPB, Dwi Andreas menyebut pembatasan kuota impor jagung yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu sebagai penyebabnya. Kebijakan tersebut, menurut Dwi segera mengenai industri pakan ayam dan pakan ternak sehingga harga makanan ternak ayam naik.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas aksi para pedagang daging ayam yang mogok berjualan karena tingginya harga? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 16 – 17 Agustus 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 15.279 tweet membicarakan tentang tingginya harga daging ayam di pasaran. Para netizen ibu rumah tangga yang paling keras menyuarakan soal kenaikan harga ini.

Netizen menyebut bahwa harga daging ayam yang mereka beli sudah sangat tinggi. Terutama di kota Jakarta. Hal ini dinyatakan netizen lewat cuitan sebanyak 1.905 tweet. Bahkan, netizen banyak menyebut harga daging ayam sekarang sudah tidak terjangkau daya beli mereka. Pernyataan ini disampaikan lewat 1.793 tweet.

Terkait dengan mogoknya para pedagang daging ayam, netizen menyorotinya lewat 3.274 tweet. Mayoritas netizen menyebut bisa memaklumi keresahan pedagang daging ayam, namun netizen menghimbau agar pedagang tidak mogok. Karena menurut netizen hal tersebut akan semakin menyulitkan masyarakat.

***

Loading...

2 thoughts on “Setelah Daging Sapi, Giliran Netizen Resah Pedagang Daging Ayam Mogok Jualan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend