Sindikat Produksi Beras Oplosan Terbongkar, Warga Diminta Waspada

Sindikat Produksi Beras Oplosan Terbongkar, Warga Diminta Waspada

Disreskrimsus gerebek gudang beras oplosan – sumber foto : Istimewa

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang tempat menyimpan beras di Pergudangan Pantai Indah Dadap Blok BM Nomor 20. Pada penggerebekan Kamis (21/4/2016), aparat kepolisian mendapati beras asal Vietnam yang sudah tidak layak konsumsi diopolos dengan beras lokal kemudian dicampur bahan kimia pemutih dan kemudian dikemas dengan karung bertuliskan Beras Bulog ukuran netto 15 kg.

Kepala Bulog DKI-Banten, Agus Dwi Indiarti mengaku tak yakin kalau beras busuk di gudang Jl Raya Perancis Pantai Indah Dadap Kosambi Timur, Tangerang, merupakan beras dari Bulog. Menurutnya, kemasan Bulog sudah bisa ditemukan di mana-mana.

Baca : Waspada Beras Plastik Impor, Media Sosial Ramai Berkicau

Selain mengamankan barang bukti sebanyak 30 ton beras oplosan, pihak kepolisian juga mengamankan pemilik gudang berinisial AM dan telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini. Menurut kesaksiannya, operasi pengoplosan beras ini telah berjalan 1 tahun dan penyebarannya mencangkup Jabodetabek.

Pengoplos bisa dijerat pasal berlapis, yakni Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pangan, dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang

Pantauan redaksi eveline periode 26-27 April 2016 pada media sosial Twitter, mendapati sebanyak 1.269 tweet memperbincangkan penggerebekan yang dilakukan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada gudang yang memproduksi beras oplosan di daerah Pantai Indah Dadap.

Baca : Paska Penemuan Beras Plastik, Media Sosial Ramai Mempertanyakan Uji Lab

Pihak kepolisian dan Bulog juga menghimbau kepada warga agar mewaspadai beras oplosan ini. Karena secara kasat mata beras oplosan ini tak berbeda jauh dengan beras biasanya, hanya dengan melakukan uji laboratorium baru dapat diketahui beras itu oplosan atau tidak.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Mujiono mengatakan terkait efek samping dari mengkonsumsi beras oplosan, pihaknya masih melakukan penelitian terhadap beras oplosan di Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend