Soal Puluhan TKA China Tak Memiliki Paspor Ditangkap Di Riau, Netizen: Pak Jokowi Perlu Baca Ini

Riau

(Sumber foto: akun twitter @posmetroinfo)

Sebanyak 35 tenaga kerja asing (TKA) yang terjaring razia Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Riau diduga tidak hanya ilegal bekerja di proyek pembangkit listrik Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Mereka juga tidak memiliki paspor.

“Mereka yang kami bawa ini orang asing yang tidak memiliki dokumen. 35 TKA ini terdiri dari 34 pria dan satu wanita,” kata Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau, Sutrisno, di Pekanbaru, Selasa (17/1).

Selain 35 TKA, disampaikan pula masih ada TKA yang berada dilokasi proyek PLTU Tenayan Raya dan tengah diperiksa oleh tim Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Riau. Kepala Kanwil Kemenkum HAM Riau Ferdinan Siagian pun membenarkan ke-35 orang asing yang ditangkap tidak memiliki paspor. Pihaknya menduga kuat ke-35 TKA tersebut merupakan warga negara Republik Rakyat Tiongkok.

Merujuk Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, disebutkan bahwa barangsiapa yang tidak bisa menunjukkan paspor sesuai Pasal 71 maka petugas imigrasi berhak untuk memeriksa. Jika ada paspornya tetapi ada penyalahgunaan izin tinggal bisa dikenakan dengan pasal 122 dengan tindakan berupa deportasi. Sedangkan jika terjadi penyalahgunaan izin tinggal, maka TKA tersebut bisa dikenakan hukuman lima tahun penjara atau denda Rp500 juta.

Terkait hal itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman meminta kasus puluhan TKA  asal Tiongkok yang diduga ilegal dan tertangkap pada razia di proyek pembangkit listrik tenaga uap Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, ditangani dengan serius.

Orang nomor satu di Riau itu dengan tegas memerintahkan agar tenaga kerja asing yang terbukti melanggar aturan untuk dideportasi atau dipulangkan ke negara asalnya. “Semua ada ketentuan dan prosedurnya, jika memang benar-benar terbukti melanggar izin dan harus meninggalkan Indonesia, maka akan dipulangkan,” kata Rachman, Selasa (17/1).

Diberitakan sebelumnya, rata-rata TKA asal Tiongkok yang bekerja di sana, setelah diperiksa dokumen yang dimiliki masing-masing TKA, ternyata hampir semuanya tidak memiliki izin kerja. Mereka menyalahgunakan visa kunjungan wisata untuk berkerja di PLTU Tenayan Raya. “Hanya lima yang mengantongi visa kerja, selebihnya visa kunjungan wisata,” terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau Rasyidin Siregar.

Berikut pantauan redaksi eveline, mendapati netizen berkomentar soal puluhan TKA China tak memiliki paspor ditangkap di Riau. “Turis nyasar”. Tulis netizen bernama Hary Akhir sampaikan sindiran.

Selanjutnya, seorang netizen lain nampak mendukung diberikannya tindakan tegas. “Setuju ditindak tegas agar tdk dpt main petak umpet lg”. Dituliskan Nanang Joko Prihantoro. Ada juga seorang netizen pada linimasa twitter, nampak meminta pemerintah mencermati permasalahan ini, “pak bos @jokowi perlu baca,TKA china nih…”, dikicaukan akun @YWakhyudi.

Tak kurang, seorang netizen juga minta aparat TNI turut melakukan pengawasan ketat di Kepulauan Riau, “Terkhusus juga di PROPINSI KEPULAUAN RIAU..lebih diperkatat lagi pengawasan dan patrolinya min @KOPASSUS_id @Puspen_TNI”. Tulis netizen dengan akun @AlmaghribiS.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend