Soal Turis China Buat Perkampungan Baru Di Hutan Kabupaten Bogor, Netizen: Muke Gile!!

perkampungan

(Sumber foto: akun twitter @posmetroinfo/ Pojok Jabar)

Sebuah perkampungan baru terletak di tengah hutan di Kabupaten Bogor jadi polemik. Pasalnya, perkampungan baru ini ternyata di isi juga oleh beberapa warga non pribumi dari Negeri China. Hal itu seperti diungkapkan Kantor Imigrasi Kelas II Bogor yang melakukan penggerebekan.

Perkampungan ini lokasinya berada sangat jauh ke dalam hutan, bahkan untuk ditempuh dengan sepeda motor juga tidak mampu, hingga akhirnya rombongan terpaksa meninggalkan sepeda motor yang dipinjam milik warga desa terdekat lokasi perkampungan yang berada dekat dengan lokasi sebuah tambang emas Galena, Cigudeg Kabupaten Bogor.

Kepala Imigrasi Kelas II Bogor Herman Lukman terpaksa membagi dua kelompok yang datang dengan menggunakan 10 kendaraan roda 4, selain petugas imigrasi juga didampingi oleh pihak kepolisian, beserta jurnalis juga ikut dalam rombongan. Penggerebekan tidak dilakukan dalam satu tempat, namun terpisah.

Ketika salah satu rombongan tiba di lokasi yang berada di lokasi penambangan emas Galena Cigudeg Kabupaten Bogor. rupanya mereka hanya berhasil menangkap  9 orang warga China yang sempat kabur, bahkan hampir saja terjadi adu jotos ketika dua orang warga China yang mencoba kabur tertangkap dan salah satunya berusaha untuk menyuap petugas dan tidak diterima.

Kemudian rombongan yang dipimpin oleh Herman Lukman ini meneruskan perjalanan mereka menuju ke Kampung Cihideung atau dikenal dengan nama Desa Centak Manik, ” Disini ada bosnya,” ujar Herman yang juga berhasil menahan salah satu wanita bernama Shi Tian (37) yang tampak berdandan sangat menor, namun mengaku sebagai juru masak bagi warga China.

Herman mengatakan jika warga China ini masuk ke Indonesia secara legal, namun ketika berada di Indonesia mereka menyalah gunakan ijin mereka dengan cara bekerja, “Namun ada belasan dari mereka tidak memiliki paspor, sementara yang lainnya memiliki kelengkapan. rata-rata mereka bekerja di pertambangan,” ujar Herman yang menambahkan jika mereka dikenai pasal 116 tentang penyalah gunaan dokumen.

Pantauan redaksi eveline, mendapati netizen berkomentar soal turis China buat perkampungan baru di hutan kabupaten Bogor. “…muke gile!! …dimana-mana ada China”. Kicau akun @Fajarguantengz,  yang tak habis fikir soal kasus turis China yang menyalahi aturan di berbagai tempat.

Selanjutnya, terdapat dua netizen sampaikan dugaan. “waw wow…. wna china di hutan2 ngapain woy…”, tulis @HendiNurhudaya. Sedang netizen dengan akun @OmbahID, menulis, “Min..Mereka lagi “Transfer” Ilmu Perkampungan..”.

Lebih jauh, dua netizen lain sampaikan kritik. “ada apa dengan negara ini …” seperti dikicaukan @spujianto19, sedang netizen dengan akun @baee_wee, anggap penting mempertanyakan soal ini kepada pemerintah pusat. “perlu di pertanyakan rezim sekarang….!!!!!”.

Untuk diketahui, sebelumnya Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri juga pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) Tenaga Kerja Asing (TKA) di PT Hua Xing Industri yang bergerak di bidang peleburan baja, jalan Narogong Km 20, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu (28/12).

Hasilnya ditemukan 18 TKA dari total 38 TKA asal Tiongkok terindikasi melakukan pelanggaran izin dan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh pengawas ketenagakerjaan, imigrasi dan kepolisian setempat. (Baca:Minim Sopan Santun, Menaker Bentak TKA Tiongkok Saat Sidak Di Bogor)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*