Ternyata Gaji Perempuan Bekerja Di Google Lebih Rendah

Foto: Istimewa

Perusahaan raksasa mesin pencari, Google tengah menghadapi masalah. Pasalnya Departemen Tenaga Kerja AS pada Januari lalu melayangkan gugatan kepada Google atas dugaan ketidah patuhan audit. Pemerintah AS beranggapan Google menyembunyikan informasi terkait adanya kesenjangan kompensasi karyawannya.

Pemerintah mengklaim telah menemukan adanya kesenjangan pembayaran kompensasi secara sistemik antara pekerja perempuan dan laki-laki. Direktur Regional Janette Wipper kepada The Guardian menjelaskan bahwa Google diketahui membayar upah lebih rendah pada pekerja perempuannya.

Sementara itu, Janet Herold pengacara pemerintah memastikan hingga saat ini proses penyelidikan masih terus berlangsung. “Departemen Tenaga Kerja telah menerima bukti-bukti kuat adanya diskriminasi yang sangat signifikan untuk jabatan-jabatan paling umum di kantor pusat Google,” imbuh Janet.

Seperti diketahui, bekerja di Google merupakan impian pekerja sektor teknologi informasi. Lingkungan kerja yang menantang sekaligus penuh dinamika membuat banyak pencari pekerjaan untuk bergabung bersama Google.

Meskipun demikian, Google membantah keras tuduhan ketidakadilan tersebut. Perusahan mengklaim tidak memiliki celah kesenjangan pembayaran upah terkait isu gender.

Gugatan ini berawal saat Departemen Tenaga Kerja AS meminta Google menyerahkan beberapa data terkait kompensasi karyawan selama September 2015 untuk proses audit. Pihak perusahan menolak memberikan data gaji dan dokumen yang diminta dengan alasan privasi.

Google merupakan salah satu kontraktor federal sehingga pemerintah menganggap memiliki hak untuk memeriksa catatan dan informasi kepatuhan perusahaan terhadap hukum setempat. Sebagai bagian dari tinjauan kepatuhan, tahun lalu pemerintah juga meminta data riwayat gaji lengkap dengan informasi kontak karyawan Google.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Send this to friend