Berikut Kicauan Kejaksaan RI Terkait Kasus La Nyalla

Berikut Kicauan Kejaksaan RI Terkait Kasus La Nyalla

Sumber foto: Tempo / Lensaindonesia

Ketua non aktif PSSI, La Nyalla Mattalitti kini telah mendekam dalam sel Rumah Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung. Ia ditetapkan sebagai tersangka perkara korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur. Setelah menjadi buron selama 2 bulan, La Nyalla akhirnya ditemukan oleh petugas gabungan kepolisian dan kejaksaan di Singapura, Selasa (31/5) lalu. Ia pun langsung diterbangkan ke Indonesia untuk diperiksa lebih lanjut oleh Kejaksaan Agung.

Melalui akun twitter @KejaksaanRI, Jaksa Agung HM Prasetyo sangat yakin bahwa pihaknya memiliki cukup bukti untuk membawa kasus dugaan korupsi La Nyalla ke meja pengadilan. “2.“Praperadilan bkn akhir segalanya krn blm menyangkut materi perkara. Penegakan hukum itu berdasarkan fakta dan data,”- H.M. Prasetyo.” cuit @KejaksaanRI.

Selain itu, Prasetyo juga berharap agar La Nyalla dan pengacaranya bersikap kooperatif dalam menjalani kasus ini. Ia mengingatkan pengacara La Nyalla untuk tidak beradu opini di media. Menurutnya, tugas pengacara hukum adalah memastikan hak hukum kliennya terpenuhi. Bukan malah beradu opini di media yang dapat membentuk opini masyarakat.

Baca: La Nyalla Ditangkap di Singapura, Netizen Ramai Berkomentar

Soal keterkaitan antara Ketua MA, Hatta Ali yang merupakan kerabat La Nyalla, ia mengatakan bahwa Kejaksaan dan MA sama- sama penegak hukum. Prasetyo berharap MA dapat menjunjung tinggi etika dan martabat sebagai penegak hukum di Indonesia.

La Nyalla tersandung kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim Rp5,3 M dari total Rp 52 miliar pada 2012. Selain itu, ia terseret perkara pencucian uang hibah Rp 1,3 miliar di institusi yang sama pada tahun yang sama. Uang itu, menurut Kejaksaan, digunakan untuk keperluan pribadi La Nyalla, seperti pembelian saham perdana Bank Jatim.

La Nyalla ditahan Kejaksaan Agung sejak Selasa (31/5) lalu setelah dideportasi dari Singapura. Di Singapura, La Nyalla menyembunyikan diri selama kurang-lebih dua bulan dari Kejaksaan dan otoritas Singapura. Ia tertangkap sebulan setelah masa tinggalnya habis.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend