Bom Bunuh Diri Kembali Terjadi Di Turki, Netizen Sampaikan #prayforturkey

Bom Bunuh Diri

(sumber foto: www.jejamo.com / arrahmahnews.com)

Sebuah serangan bom bunuh diri kembali terjadi di Istiklal Caddesi, Taksim, Istanbul, Turki, pada Sabtu (19/3/2016), sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Akibat ledakan itu 6 orang dinyatakan tewas, sedang salah satunya termasuk terduga teroris, dan melukai sedikitnya 36 orang dengan tujuh diantaranya dalam kondisi kritis, kata Menteri Kesehatan Turki.

Sementara itu, Mehmet Muezzinoglu juga menyebutkan, terdapat 12 orang warga asing ikut menjadi korban luka, dalam tragedi serangan bom yang terjadi di pusat perbelanjaan, di tengah kota Istanbul, yang selalu  ramai dipenuhi pejalan kaki pada setiap akhir pekan.

Kementerian Luar Negeri RI memastikan, tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tewas ataupun korban luka dalam peristiwa ledakan itu. Meski demikian, Konsulat Jenderal RI di Istanbul hingga kini masih tetap berjaga di rumah sakit tempat dievakuasinya korban untuk mengantisipasi adanya korban dari warga Indonesia.

Bahkan Kedutaan Besar RI di Ankara dan KJRI di Istanbul telah memberikan imbauan kepada seluruh warga Indonesia yang ada di Turki untuk tetap berhati-hati dan waspada akan adanya serangan bom bunuh diri susulan, dengan menjauhi pusat-pusat keramaian.

Pantauan redaksi eveline periode 19 Maret 2016 pada media sosial twitter, mendapati sebanyak 59.967 tweet netizen dunia memperbincangkan mengenai serangan bom bunuh diri yang terjadi di Turki. Puncak perbincangan terjadi pada pukul 21.00, sebanyak 18.869 tweet.

Berikut komentar netizen dunia di twitter, terpantau tim redaksi eveline, banyak diantaranya mengutuk peristiwa itu, dan menyampaikan ucapan turut berduka cita atas serangan bom bunuh diri dengan tagar #PrayforTurkey. “Another tragedy hits the world stage #PrayforTurkey”, kicau akun @adimbizo, misalnya, nampak menyampaikan doa atas tragedi serangan bom bunuh diri di Turki.

Demikan juga dengan netizen berikut, yang nampak menyampaikan rasa simpatik dan doanya kepada korban serangan bom di Turki itu, “Walaupun tidak bisa bantu secara langsung, dengan do’a insyaAllah akan memberikan mereka kekuatan. Aamiin YRA #PrayforTurkey”, tulis akun @Naomi_JKT48.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault menyatakan dengan keras mengutuk serangan itu “sebagai tindakan keji dan pengecut,” dan menyatakan bahwa Paris turut bersimpatik dan solider kepada Turki.

Turki hingga saat ini, menetapkan status siaga tinggi setelah empat kejadian pemboman di ibukota Ankara tahun lalu. Serta sebuah serangan yang diklaim pemberontak Kurdi pada 13 Maret lalu, yang menewaskan 37 orang, dengan dua orang diantaranya termasuk pelaku pemboman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*