Demonstrasi Pro LGBT Di Yogyakarta, Menarik Perhatian Netizen

Demonstrasi

Demonstrasi Massa Solidaritas Perjuangan Demokrasi (SPD), Selasa (23/2/2016), sekitar pukul 14.00 WIB, menggelar aksinya di lapangan parkir restoran McDonald, Jl Sudirman Yogyakarta. Massa SPD berorasi menuntut kembalinya Yogyakarta yang demokratis dan menghargai keragaman termasuk LGBT.

Dihimpun dari tribunnews.com, dalam aksinya mereka membentangkan berbagai macam spanduk dan banner bertuliskan “rebut demokrasi” “kembalikan rasa aman kami” “rakyat bersatu” dan lainnya.“Kami bersatu untuk melantangkan, memperkuat semangat juang perlawanan rakyat. Kami ingin Jogja yang demokratis menghargai keberagaman,” ujar koordinator aksi, Ahmad.

Sebelum bubar massa aksi sempat membacakan pernyataan sikapnya yakni menyerukan kepada seluruh elemen pro demokrasi dan rakyat untuk melakukan konsolidasi gerakan dan solidaritas untuk merebut kembali ruang-ruang demokrasi.

Lalu hentikan ujaran kebencian kepada kelompok minoritas dan marjinal serta mengecam dan menentang homophobia, transphobia, diskriminasi, intimidasi, fasisme, rasisme, sikap intoleran, stigma, kekerasan terhadap kelompok minoritas diantaranya LGBT. Kemudian turunkan spanduk berisi kebencian LGBT dari Yogyakarta serta menuntut media dan pers menjalankan kode etik jurnalistik dalam pemberitaan LGBT dan melakukan pemberitaan yang berimbang.

Terakhir menuntut negara memenuhi hak rakyatnya yakni hak atas rasa aman, hak kebebasan berideologi, hak berserikat dan berkumpul, menyatakan pendapat, hak menentukan identitas, orientasi seksual dan ekspresi gender, hak politik, ekonomi, sosial dan akses di dunia pendidikan yang sama untuk semua.

Berikut hasil pantauan redaksi eveline pada periode 23 Februari 2016 di media sosial twitter, mendapati sebanyak 450 tweet oleh netizen perbincangkan mengenai Demonstrasi Massa Solidaritas Perjuangan Demokrasi (SPD) pro LGBT di Yogyakarta. Terjadi puncak perbincangan pada pukul 19.00 WIB sebanyak 304 tweet.

Sementara itu, di saat yang bersamaan, Massa dari Forum Umat Islam (FUI) Yogyakarta juga menggelar aksi demonya, namun dengan tuntutan yang justru bertolak belakang dengan tuntutan yang disampaikan oleh massa SPD itu, yakni menolak keberadaan dan legalitas kaum LGBT.

Dua kelompok massa, antara pendukung dan penolak LGBT tersebut nyaris bentrok. Beruntung, hal itu tidak terjadi. Massa dari Forum Umat Islam (FUI) Daerah Istimewa Yogyakarta akhirnya menggelar aksi menolak keberadaan dan legalitas kaum LGBT di Tugu Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend