Derita Pengungsi Rohingya, Netizen Indonesia Kecewa dengan Aung San Suu Kyi

Libur akhir pekan kemarin (23-24 Mei 2015) ternyata tidak membuat perhatian netizen Indonesia lupa akan nasib pengungsi Rohingya. Nasib pengungsi yang terkatung-katung ditengah lautan dan penemuan kuburan massal yang diduga migran Rohingya di perbatasan Malaysia dan Tahiland menjadikan netizen Indonesia sangat prihatin.

Peran TNI dalam melakukan pencarian di laut bagi pengungsi Rohingya, cukup tinggi mendapatkan perhatian netizen. Meskipun sejauh ini hasil pencarian belum menuai hasil seperti yang diharapkan. Seperti diketahui, TNI sebelumnya menolak masuk kapal-kapal pengungsi Rohingya karena membawa penumpang tanpa izin. Perintah pencarian terhadap pengungsi di tengah lautan makin gencar dilakukan setelah pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat memberikan penampungan sementara.

Lalu mengapa etnis Rohingya yang mayoritas tinggal di negara bagian Rakhine di dekat perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh ini memilih keluar dari negaranya. Salah satu faktor adalah pencabutan identitas kewarganegaraan oleh pemerintah Myanmar. Terakhir pada 31 Maret yang lalu, sekira 300.000 kartu putih yang merupakan dokumen kewarganeraan telah dicabut dan ditarik oleh Pemerintah Myanmar.

Hidup dalam kondisi tanpa status kewarganeraan merupakan alasan yang kuat bagi etnis Rohingya untuk berani menempuh perjalanan via laut bebas mencari tempat-tempat suaka.

Perhatian masyarakat Indonesia terhadap nasib pengungsi Myanmar menguat setelah hampir 1.800 orang telah diselamatkan di Aceh dan 1.107 orang mendarat di Pulau Langkawi, Malaysia. Uluran masyarakat aceh yang secara ikhlas membantu menyelamatkan pengungsi Rohingya mendorong rasa kemanusiaan masyarakat Indonesia secara luas.

Bahkan, Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Rohingya (AMAPR), Minggu (24/5/2015) menyerahkan piagam penghargaan kepada para nelayan Aceh yang membantu menyelamatkan warga Rohingya dari laut. AMAPR juga mendorong masyarakat Indonesia dan pemerintah Indonesia untuk secara aktif membantu masyarakat minoritas di negaranya ini.

Pantauan yang dilakukan oleh redaksi eveline, sepanjang akhir minggu ini (23-24 Mei 2015), perbincangan tentang nasib pengungsi Rohingya cukup tinggi disuarakan onliner media sosial, khususnya twitter. Hingga berita ini dimuat, setidaknya terdapat 38.362 tweet yang menyuarakan keprihatinannya atas nasib warga Rohingya. Bahkan, sekira 2.069 tweet memberikan kicauannya bahwa masalah Rohingya adalah masalah kemanusiaan. Netizen mendorong tidak saja pemerintah Indonesia, tetapi negara-negara didunia untuk turun tangan membantu nasib warga Rohingya.

Masyarakat juga mengecam dengan keras, negara-negara ASEAN yang tidak membuka pintu dan mengulurkan bantuan terhadap pengungsi Rohingya. Linimasa Twitter sepanjang akhir pekan kemarin menyuarakan 3.301 tweet berisi kecaman dan sekaligus meminta semua negara ASEAN bersatu menekan pemerintah Myanmar.

Demi rasa kemanusian, linimasa twitter juga ramai dengan kicauan agar semua negara tidak menghalau kapal-kapal pengungsi yang datang dari Myanmar. 2.232 tweet ramai berkicau berisi himbauan untuk menyelamatkan kapal-kapal pengungsi yang terkatung-katung di laut lepas. Disaat yang bersamaan, netizen juga menyampaikan apresiasi terhadap TNI yang secara aktif melakukan operasi pencarian di tengah laut lepas dan membantu pengungsi yang masuk ke perairan Indonesia. Sebanyak 2.071 tweet menyampaikan apresiasi ini kepada TNI.

Netizen juga menyampaikan kecamannya terhadap tokoh pro demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi. Tokoh perdamaian penerima nobel ini dianggap oleh netizen Indonesia melakukan pembiaran terhadap kondisi warga Rohingya di Myanmar. Gelombang besar-besaran pengungsi Rohingya memaksa pengguna media sosial Indonesia mengecam keras Aung San Suu Kyi.

Pantauan pada linimasa twitter menunjukkan terdapat 4.068 tweet yang mengecam sikap diam Aung San Suu Kyi. netizen mengkritik bahwa Aung San Suu Kyi tidak menyuarakan apapun untuk mendorong pemerintah Junta Militer Myanmar menghentikan kekerasan terhadap Warga Rohingya.

Netizen Indonesia juga mengecam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dianggap terlalu lambat untuk membantu warga Rohingya. Sekira 3.297 tweet berisikan kecaman netizen Indonesia mengkritik PBB. Melalui tweet tersebut, netizen minta agar PBB menekan dan mengadili pemerintah Myanmar atas kekerasan terhadap warga Rohingya.

****

Loading...

3 thoughts on “Derita Pengungsi Rohingya, Netizen Indonesia Kecewa dengan Aung San Suu Kyi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend