Dua Sosok Ini Diperbincangkan Netizen Berada Di Balik Aksi Kudeta Di Turki

Sosok

(Sumber foto: www.elaenews.com/islamidia.com)

Sosok penting dibalik upaya kudeta yang berlangsung di Turki pada Jumat malam waktu setempat, atau Sabtu (16/7) dinihari waktu Indonesia barat, salah satunya adalah Kolonel Muharrem Kose.

Kose, tak lama setelah pemecatan dirinya di bulan Maret lalu, mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian, yakni pemerintahan sementara untuk memulihkan demokrasi dan hak asasi manusia di Turki yang disebut-sebut mulai dilucuti oleh pemerintah Turki dibawah pimpinan Tayyip Erdogan.

Seperti diketahui, bersama pengikut setianya, Kose memimpin aksi kudeta dengan merebut stasiun televisi TRT, menduduki jembatan, dan Bandara Internasional Ataturk. Namun, aksi Kose dan pasukannya tidak bertahan lama. Mereka berhasil ditekuk oleh pasukan Turki yang setia kepada Erdogan, setelah sebelumnya sempat terjadi pertempuran antara dua kubu tersebut di Ankara.

Berdasarkan keterangan Kantor berita Turki, Anadolu News Agency menyebut Kose bukanlah anggota militer aktif. Anadolu melaporkan, Kose dipecat karena dituding berafiliasi dengan tokoh anti-pemerintah yang saat ini berada di Amerika Serikat (AS), Fethullah Gulen.

Fethullah Gullen, sosok ulama yang tengah mengasingkan diri ke AS itu, secara tidak langsung dituduh sebagai otak di balik upaya kudeta Turki. Hal itu seperti disampaikan Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim kepada pers.

Padahal Gullen (75), disebut-sebut pernah menjadi teman dekat Erdogan. Namun belakangan Erdogan menuding Gullen mencoba menggulingkannya.

Ajaran Gulen sendiri berkembang menjadi Gerakan Hizmet, aliran Islam yang toleran, dan diyakini memiliki jutaan pengikut di sekitar 150 negara. Banyak di antara pengikut Gerakan Hizmet berasal dari kalangan kepolisian dan kehakiman yang berpengaruh di Turki.

Pantauan redaksi Eveline, pengguna media sosial twitter pun ramai berkicau terkait sepak terjang dua tokoh penting yang berada di balik aksi kudeta yang berlangsung gagal di Turki. Berikut kicauan pengguna twitter yang terpantau tim redaksi eveline.

“Bagi Erdogan cs Israel tdk berbahaya bagi Turki, yg bahaya adalah Fathullah Gullen–cek saja siapa & apa yg telah diperbuat oleh Gullen”, tulis akun @GunRomli, menyebut tentang sosok Gullen. Kicauan tersebut ditanggapi seorang netizen lain dengan akun @Nofrizal_Is, yang menyebut, “Bukankah F Gullen sangat berjasa dikarier politik erdogan? Kacang lupa kulitnya”. Sebut Erdogan pemimpin kacang lupa kulitnya.

Untuk diketahui, sekitar 2.800 tentara Turki, termasuk sejumlah perwira tinggi, telah ditangkap karena dianggap terlibat upaya kudeta. Sementara sampai berita ini dituliskan, lebih dari 161 orang tewas, dengan sekitar 1.440 orang terluka. Mereka sebagian besar adalah warga sipil.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend