FPI Buka Pendaftaran Jihad Tantang Malaysia Soal Rohingya, Netizen: Presiden Kenapa Diam?

PM Malaysia

(Sumber foto: akun twitter @posmetroinfo/@media_nkri)

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mempertanyakan soal tindakan apa yang bakal diambil pemerintah Malaysia dalam membantu Rohingya. Hal itu dipertanyakan Rizieq sekaligus untuk mengapresiasi pidato Perdana Menteri Malaysia (PM) Nadjib Razak yang mengajak Presiden Jokowi menghimpun rakyat Indonesia membantu muslim Rohingya.

Rizieq menyebut bahwa para Mujahidin Rohingya saat ini butuh basecamp untuk latihan dan mereka juga perlu senjata untuk berjihad, serta sangat membutuhkan logistik untuk bisa bertahan dalam jihad. “Semoga Malaysia bisa memfasilitasi semua kebutuhan tersebut, sehingga Pidato PM Dato Najib tidak hanya menjadi retorika tanpa bukti,” imbuh Habib Rizieq.

“Selamat untuk PM Dato Najib yang sudah mulai bertakbir menggelorakan semangat jihad umat Islam untuk membantu Rohingya. Semoga berlanjut kepada langkah jihad yang nyata.  Dan semoga menjadi contoh bagi pemimpin muslim yang lainnya,” pungkas Habib Rizieq.

Namun demikian sindiran Nadjib Razak yang mengecilkan Aksi 212 di Jakarta dengan dalih seolah tidak peduli Rohingya, membuat Habib Rizieq terusik. Habib Rizieq pun menantang PM Malaysia Najib Razak untuk segera membuktikan ucapannya melalui tindakan nyata. Habib Rizieq ingin melihat aksi nyata Nadjib Razak, bukan retorika belaka.

Baca: Heboh : Video PM Najib Razak Ajak Indonesia Peduli Rohingya, Jangan Protes Ahok Saja

Ia lantas membandingkan kepedulian rakyat Indonesia dan rakyat Malaysia terkait Rohingya. Habib Rizieq mengatakan, ribuan umat Islam Indonesia sudah berulang kali demonstrasi ke Kedubes Myanmar jauh sebelum PM Dato Najib bicara soal Rohingya. “Bahkan FPI sudah gelar temu dengan Mujahidin Rohingya dan galang dana jihad Rohingya sejak empat tahun lalu,” tegas Habib Rizieq di website pribadinya, Sabtu (10/12/2016).

Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) itu mengatakan, dalam waktu dekat FPI juga akan turun kembali ke Kedubes Myanmar, sekaligus membuka pendaftaran jihad ke Rohingya.

Pantauan redaksi eveline, mendapati netizen komentar terkait FPI buka pendaftaran Jihad tantang PM Malaysia soal Rohingya.  Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. “presiden kita ngapa diem,,ko habib yg bersuara”. Kicau akun @jaydhi39 sampaikan sindiran terhadap pemerintah Indonesia yang menurutnya terkesan diam soal muslim Rohingya.

Selanjutnya, seorang netizen menulis, “benturkan para pemimpin islam?”. Dikicaukan akun @alelaki36, nampak menduga persoalan sindiran PM Malaysia terhadap aksi 212 ada upaya memecah belah umat islam. Sedang netizen dengan akun @SherlySefty, sebut negara Malaysia gagal, “Negara tetangga yg slalu gagalpaham>Malingsiah eh..”, netizen ini bermaksud menjelaskan bila aksi nyata umat muslim Indonesia terhadap persoalan Rohingya sudah banyak.

Lebih jauh, ada juga netizen berbicara soal ruang gerak dan akses dalam memberikan bantuan terhadap warga Rohingya, “FPI ruang geraknya msh skitar NKRI,jd untk msk spontan kewlyah rohingya pst pasti akan ditentang negara itu. Logika dong doto!”, dikicaukan akun @ariana009988.

Loading...

2 thoughts on “FPI Buka Pendaftaran Jihad Tantang Malaysia Soal Rohingya, Netizen: Presiden Kenapa Diam?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend