Jangan Tembak Pendemo 4 November, Netizen: TNI Bersama Rakyat

TNI

(Sumber foto: akun twitter @kritik_us/@TofaLemon)

Demo Aksi Bela Islam II yang akan digelar secara besar-besaran oleh umat islam pada 4 November 2016, nampaknya benar-benar menjadi perhatian TNI, utamanya soal pengamanan jalannya aksi demonstrasi.

Demi mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, Panglima TNI sudah memberikan perintah langsung kepada PANGDAM JAYA agar pada saat pelaksanaan pengamanan demo tanggal 4 november jangan ada tindakan kekerasan terhadap para pendemo apalagi tindakan penembakan itu tidak di benarkan.

“Memang dipikir rakyat yang demo teroris. Teroris aja kalau bisa jangan dimatiin,” kata panglima TNI, Sabtu (29/10/2016). Seperti dikutip dari pos-metro.com

Menurut panglima, sejatinya unjuk rasa merupakan hal yang wajar dalam berdemokrasi. Bahkan, kebebasan menyampaikan pendapat itu sudah diatur dalam Undang-undang. “Aksi unras umat muslim yang rencananya digelar 4 November mendatang akan berlangsung aman dan damai,” tandasnya.

Lebih lanjut, terkait persiapan pengamanan jelang Demo Aksi Bela Islam ini, Korps Brimob Mabes Polri juga telah mengeluarkan status “siaga satu”. Tak tanggung- tanggung, status ini tak hanya berlaku di Jakarta saja namun seluruh Indonesia. Status siaga tersebut berdasar pada surat nomor B/ND-35/X/2016/Korbrimob tertanggal 28 Oktober 2016 dengan hal pemberitahuan siaga. Pada saat itu juga, status siaga telah berlaku.

Namun menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Agus Rianto, status siaga ini hanya berlaku di kalangan internal Brimob saja. Hal ini dilakukan dalam rangka kesiapan personel jika sewaktu-waktu diperlukan.‎ Jadi status tersebut tidak diperuntukkan untuk keseluruhan situasi secara umum.

(Baca: Netizen Perbincangkan Status Siaga Satu Brimob Jelang Demo 4 November)

Sementara sebelumnya, kepastian bahwa aksi demo 4 november akan berjalan damai juga telah dituangkan dalam 10 poin komitmen Ormas FPI sebagai motor penggerak aksi. Seruan jihad FPI disebutkan hanya untuk penjarakan Ahok penista agama.  Ditegaskan bahwa, aksi itu sendiri bukan bertujuan SARA atau terkait Pilkada DKI, melainkan aksi damai penegakan hukum.

(Baca: Antara Komitmen FPI Dan Kicau MS Kaban Jelang Demo, Netizen: Aksi Damai Tegakkan Hukum, dan Imbauan Yusril Soal Kasus Ahok, Netizen: Tepat, Pengabaian Soal Ini Bisa Fatal)

Pantauan redaksi eveline, mendapati ragam komentar netizen terkait Panglima TNI perintahkan jangan tembak pendemo 4 November. Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. “TNI bersama rakyat”, dikicaukan akun @h1lwz, singkat menyetujui instruksi Panglima TNI yang disebutkannya TNI bersama rakyat.

Kicau serupa disambut netizen lain dengan menegaskan keinginan pendemo, “kami hanya menuntut 1 org penista agama ditangkap dan dihukum, itu saja. Panglima TNI”, dikicaukan akun @AbdurrahmanIfan.

Sementara itu, beberapa netizen justru terlihat melontarkan kalimat sindiran terhadap Polri. “mungkin yang ancam tembak itu berada dipihak penista agama”, tulis netizen dengan akun @aryabasan. Sedang akun @iwanokawan, sebut pendemo tak takut dengan ancaman itu, “zaman kayak gini masih nakut2in rakyat kayak gitu! Mereka lebih takut sama Allah daripada sama Polisi”.

Serta ada juga seorang netizen nampak bermaksud menyindir dengan menyebut peluru untuk menembak itu juga uang rakyat. “pak polisi jgn tembak , peluru itu jg uang rakyat!!!”, tulis akun @aribaskoro1969

Loading...

2 thoughts on “Jangan Tembak Pendemo 4 November, Netizen: TNI Bersama Rakyat

  1. abdul

    ^^^^^
    Berita yang menyesatkan yang mengatakan bahwa panglima TNI memerintahkan pangdam jaya seperti yang di beritakan . Berita Yang sebenarnya adalah ini :

    Sabtu, 29 Oktober 2016 | 17:35 WIB
    DPR: Polisi Jangan Tembak Pendemo 4 November
    Willi Nafie
    INILAHCOM, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menyarankan Kapolda Metro Jaya Irjend M Irawan tidak menantang anak buahnya untuk menembak oknum yang kedapatan berbuat rusuh saat demo tanggal 4 November 2016.

    “Memang dipikir rakyat yang demo teroris. Teroris aja kalau bisa jangan dimatiin,” kata Sahroni di Jakarta, Sabtu (29/10/2016).

    Menurut Sahroni, sejatinya unjuk rasa merupakan hal yang wajar dalam berdemokrasi. Bahkan, kebebasan menyampaikan pendapat itu sudah diatur dalam Undang-undang.

    “Aksi unras umat muslim yang rencananya digelar 4 November mendatang akan berlangsung aman dan damai,” tandasnya.

    Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Irawan menginstruksikan jajarannya bertindak tegas menangkap oknum yang berbuat rusuh dan melawan saat hendak ditangkap petugas. Bahkan, mantan Kapolda Jawa Barat ini meminta untuk tidak segan-segan menembak di tempat pelaku secara terukur.

    “Sudah saya perintahkan pelaku kejahatan jangan macam-macam. Kalau kapolres tidak berani tegas, saya minta istrinya untuk mengukur lingkar pinggangnya dan celananya diganti pakai rok,” katanya.[ris]

    http://m.inilah.com/news/detail/2335179/dpr-polisi-jangan-tembak-pendemo-4-november

    Reply
  2. abdul

    YANG MENGATAKAN BERITA INI ADALAH PERKATAAN PANGLIMA TNI, TERNYATA DI SINYALIR ADALAH BERITA MENYESATKAN. Berita Yang sebenarnya adalah ini :

    Sabtu, 29 Oktober 2016 | 17:35 WIB
    DPR: Polisi Jangan Tembak Pendemo 4 November
    Willi Nafie
    INILAHCOM, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menyarankan Kapolda Metro Jaya Irjend M Irawan tidak menantang anak buahnya untuk menembak oknum yang kedapatan berbuat rusuh saat demo tanggal 4 November 2016.

    “Memang dipikir rakyat yang demo teroris. Teroris aja kalau bisa jangan dimatiin,” kata Sahroni di Jakarta, Sabtu (29/10/2016).

    Menurut Sahroni, sejatinya unjuk rasa merupakan hal yang wajar dalam berdemokrasi. Bahkan, kebebasan menyampaikan pendapat itu sudah diatur dalam Undang-undang.

    “Aksi unras umat muslim yang rencananya digelar 4 November mendatang akan berlangsung aman dan damai,” tandasnya.

    Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Irawan menginstruksikan jajarannya bertindak tegas menangkap oknum yang berbuat rusuh dan melawan saat hendak ditangkap petugas. Bahkan, mantan Kapolda Jawa Barat ini meminta untuk tidak segan-segan menembak di tempat pelaku secara terukur.

    “Sudah saya perintahkan pelaku kejahatan jangan macam-macam. Kalau kapolres tidak berani tegas, saya minta istrinya untuk mengukur lingkar pinggangnya dan celananya diganti pakai rok,” katanya.[ris]

    http://m.inilah.com/news/detail/2335179/dpr-polisi-jangan-tembak-pendemo-4-november

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend