Kabut Asap Kembali Pekat di Sumatera dan Kalimantan, Netizen Cemas

Kabut Asap Kembali Pekat – sumber foto: Istimewa

Meski pemerintah telah berupaya keras mengatasi bencana kabut asap, khususnya di pulau Sumatera dan Kalimantan, bahkan sampai mendatangkan bantuan pesawat pembom air dari luar negeri, namun tampaknya belum juga berhasil mengatasi bencana ini.

Bahkan, dua hari ini, Kamis dan Jumat, 15 – 16 Oktober 2015, kabut asap dilaporkan semakin pekat di Sumatera dan Kalimantan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan, pada 15 Oktober 2015, jumlah titik api di Sumatera tercatat 315 titik dengan propinsi Sumatera Selatan menyumbang jumlah terbanyak yaitu 221 titik. Akibatnya, kota Pekanbaru dan kota-kota lain si Sumatera Selatan kembali diselimuti kabut pekat yang menyebabkan berbagai gangguan, khususnya jarak pandang minim dan masalah kesehatan.

Serupa dengan apa yang terjadi di Sumatera, Pulau Kalimantan juga menunjukkan peningkatan titik api penyebab kabut asap. Dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Samarinda, di propinsi Kalimantan Timur saja terjadi lonjakan jumlah titik api 537 titik pada 15 Oktober 2015 dari sebelumnya hanya 85 titik. Akibatnya tak jauh beda, kota-kota di pulau Kalimantan, khususnya propinsi Kalimantan Timur kembali diselimuti kabut asap pekat.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas kembali pekatnya kabut asap di Sumatera dan Kalimantan? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 15 – 16 Oktober 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Sebanyak 3.226 tweet membicarakan tentang kabut asap kembali pekat di Sumatera dan Kalimantan.

Netizen menyebut, sejak Kamis pagi, 15 Oktober 2015, kabut asap di kedua pulau tersebut kembali pekat menyelimuti kota-kota di sana. Hal ini diungkapkan netizen lewat 1.040 tweet. Netizen menambahkan, akibat semakin pekatnya kabut asap, jarak pandang menurun dan masyarakat kesulitan dalam beraktifitas.

Salah satu akibat yang dirasakan masyarakat akibat kembali pekatnya kabut asap di Sumatera dan Kalimantan, adalah terganggunya penerbangan dari dan ke kedua pulau tersebut. Hal ini dikeluhkan netizen lewat 670 tweet.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*