Mengaku Khilaf Saat Diperiksa KPK, Bupati Banyuasin Jadi Sorotan Netizen

Mengaku Khilaf Saat Diperiksa KPK, Bupati Banyuasin Jadi Sorotan Netizen

Sumber foto: tribunnews / keprinet

Yan Anton, Bupati Banyuasin tiba di Gedung KPK pada Minggu (4/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB setelah ditangkap pada sore harinya. Terlihat, Yan mendapat pengawalan ketat dari penyidik KPK dan aparat kepolisian. Ketika berharapan dengan media, Yan tidak banyak berkomentar. Ia hanya menyampaikan permintaan maaf dan mengaku semua yang ia lakukan ini merupakan perbuatan khilaf.

“Saya salah dan saya khilaf. Saya mohon maaf,” tutur Yan seperti dikutip Kompas. Selain Yan, KPK juga membawa empat orang lainnya. Keempat orang tersebut masuk ke Gedung KPK setelah Yan.

Pengakuan Yan ini tak lepas dari sorotan media sosial twitter. Pengguna twitter tak habis pikir pada Yan yang mengaku khilaf melakukan semua tindakannya tersebut. Pengguna twitter dengan akun @NonaVi3a mengatakan bahwa pengakuan khilaf dari Yan adalah lagu lama para koruptor yang tertangkap. “@kompascom klo udh ketangkap ngaku’y khilaf, klo belom ketangkap boro2 khilaf. Lagu lama orang2 koruptor. Basiiiii.”

Baca: Bupati Banyuasin Kena OTT KPK, Netizen: KPK Jangan Tangkap Ikan Teri Terus

Kicauan bernada sindiran datang dari pengguna twitter dengan akun @hakimibrahim68. “@kompascom Mengaku khilaf (korupsi) itu mudah, semudah melakukan khilaf (korupsi) yg sama secara terus menerus.”

Ada juga pengguna twitter yang meminta pelaku koruptor dihukum seberat- beratnya. “@kompascom @KPK_RI @jokowi @YasonaLaoly Siapapun ketangkap KPK selalu mengelak, mk Pejabat/DPR korupsi/narkoba hukum berat/mati, MEMALUKAN,” tulis pengguna twitter dengan akun @susantabambang.

Sebelumnya diberitakan Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdian langsung diberangkatkan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Jakarta usai menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Sumsel. Dia diberangkatkan pada minggu sore pukul 17.00 WIB, dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dengan dikawal sejumlah mobil Brimob Polda untuk menuju ke Jakarta.

Yan Anton sendiri terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK di kediamannya di Jalan Lingkar Nomor 1 Kompleks Perumahan Pemkab Banyuasin pada Minggu sekitar pukul 13.30 WIB saat sedang melaksanakan acara pengajian keberangkatan ibadah haji.

KPK menangkap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian karena diduga menerima suap untuk memuluskan sebuah perizinan. Dari tangan Bupati Yan Anton, KPK mengamankan sejumlah uang yang  diduga adalah uang suap dari seorang pengusaha untuk pengurusan izin usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend