Menteri Pariwisata Tersandung Isu Ijazah Palsu, Netizen Minta Arief Yahya Dipecat Jika Terbukti

Menteri Pariwisata Arief Yahya – sumber foto: Istimewa

Entah apa yang ada di benak Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika tiba-tiba namanya tenar di telinga publik. Bukan lantaran terobosan luar biasa yang dilakukannya sebagai pembantu presiden yang diserahi tanggung jawab mengelola dunia pariwisata Indonesia, alih-alih dia diberitakan menggunakan ijazah palsu.

Kabar miring ini bermula saat Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir mengadakan sidak ke beberapa universitas. Agenda Menristekdikti adalah mengecek kebenaran kabar adanya universitas yang menjualbelikan ijazah palsu, mulai dari tingkat sarjana hingga doktor alias S3. Salah satu universitas yang disidak M. Nasir adalah Universitas Berkley Jakarta. Kampus ini mengklaim sebagai cabang dari University of Berkley Michigan yang dikelola bersama Lembaga Manajemen Internasional Indonesia (LMII).

Namun, investigasi Menristekdikti menemukan bahwa kampus ini bodong alias tak berijin. Karena, LMII sebagai pengelolanya hanya mempunyai ijin lembaga kursus. Sehingga tidak berhak mengeluarkan gelar akademis. Sampai di sini sepertinya tidak ada sangkut pautnya dengan Arief Yahya. Namun sialnya, nama mantan Direktur Utama PT Telkom sejak Mei 2012 tersebut disebut sebagai salah satu alumni Universitas Berkley Jakarta. Arief disebut menyandang gelar Ph.D (Doctor of Philosophy) dari universitas bodong tersebut.

Tak hanya Arief Yahya, beberapa nama pejabat juga masuk daftar alumni Universitas Berkley Jakarta. Antara lain anggota DPR Kamarudin Watubun, Lili Asdjudiredja, mantan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Hadiman, dan mantan Mantan Kapolda Jateng Alexander Bambang Riatmodjo.

Menristekdikti, M Nasir menyebut bahwa para pemegang ijazah palsu akan terkena hukuman berupa sanksi pidana. Dikutip dari Kompas.com, mantan Rektor Universitas Diponegoro ini menyatakan ““Siapa pun yang memegang ijazah palsu, berdasarkan Undang Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, akan terkena hukuman pidana. Khususnya pada Pasal 44 ayat (4) adalah penjara selama 10 tahun atau denda Rp 1 miliar.”

Menyikapi hal ini, pihak istana negara, melalui Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menyebut Presiden Joko Widodo telah mengetahui isu tersebut. Dia mengatakan sebelum istana mengeluarkan pernyataan, dirinya minta Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan klarifikasi atas isu ini.

Mungkin jengah dengan isu ijazah palsu, akhirnya Menteri Pariwisata memberikan klarifikasi pada Selasa 3 Juni 2015 kemarin. Arief Yahya membantah kabar bahwa dirinya menggunakan ijazah palsu. Ia mengklaim telah lulus dengan predikat cum laude dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.

Dikutip dari Kompas.com, Arief Yahya menyatakan “Saya itu S-1 di Elektro ITB, S-2 di Surrey University Inggris, dan S-3 di Manajemen Bisnis Unpad. Kalau saya dapat ijazah palsu, enggak mungkin saya dapat cum laude di universitas itu.” Dia menambahkan tidak akan menempuh langkah hukum terhadap pihak yang dianggapnya telah memfitnahnya soal ijazah palsu.

Di luar soal ijazah palsu, nama Arief Yahya sendiri pernah dikaitkan dengan kasus korupsi pengadaan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) di Kementerian Komunikasi dan Informatika saat dirinya menjabat Direktur Utama PT Telkom. Dalam proyek yang dirancang pada 2010 itu, PT Telkom Indonesia Tbk sebagai perusahaan berplat merah milik BUMN memenangkan tender terbesar dengan total nilai hingga Rp1,4 triliun.

Kejaksaan Agung sempat bakal memeriksa Arief Yahya sebagai saksi untuk dua tersangka korupsi Kepala Balai Penyedia dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika, Santoso Serat, dan Direktur Utama PT Multidana Rencana, Prima Dodi N. Sayangnya, Arief Yahya dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan, yaitu pada Desember 2013 dan Januari 2014.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas isu ijazah palsu Menteri Pariwisata Arief Yahya ini? Simak rangkuman redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 1 – 3 Juni 2015 menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Di mana terdapat 9.430 tweet membicarakan tentang ijazah palsu perguruan tinggi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.279 tweet menyoroti dugaan ijazah palsu S3 Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Sementara, kabar bahwa pihak Istana Negara telah mendengar isu ini dibicarakan netizen lewat 486 tweet. Netizen pun menyatakan, jika menteri pariwisata terbukti menggunakan ijazah palsu, maka dia harus dipecat. Sebanyak 446 tweet menyatakan tuntutan ini.

Sedangkan bantahan Menteri Pariwisata Arief Yahya terkait dugaan ijazah palsu mendapat respon netizen sebanyak 630 tweet. kemudian, pernyataan Arief Yahya yang tidak akan menempuh jalur hukum atas dugaan tersebut dibicarakan netizen sebanyak 244 tweet.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend