Militer Myanmar Luluh Lantakan Desa Suku Rohingya, Netizen Serukan #PrayForRohingya

Militer Myanmar Luluh Lantakan Desa Suku Rohingya, Netizen Seruka #PrayForRohingya

Sumber foto: twitter

Kejahatan dan kekerasan kembali diterima oleh suku Rohingya. Sebuah desa suku Rohingya hancur luluh lantak diserbu oleh militer Myanmar. Desa yang terletak di utara Rakhine, Myanmar tersebut terlihat hancur. Kekejaman militer Myanmar sudah di luar batas kemanusiaan.

Kekerasan terus terjadi di Myanmar yang dipicu oleh kekejaman militer dengan membunuh puluhan suku Rohingya dan menangkan 230 suku Rohingya. Rakhine merupakan tempat tinggap suku Rohingya yang beragam Islam di Myanmar. Mereka terus mengalami represi dan diskriminasi dari Pemerintah Rohingya walaupun sesungguhnya mereka merupakan penduduk Myanmar.

Saat ini militer menduduki 25 persen kursi di Parlemen Myanmar. Kekuasaan mereka masih sangat kuat dalam mengontrol Myanmar. Dalam sebuah video terlihat rumah-rumah suku Rohingya dihancurkan dan dibakar oleh militer Myanmar. Mayat-mayat suku Rohingya terlihat bermunculan dari dalam lumpur dan abu.

Kekerasan dan pembantaian yang dilakukan pada suku Rohingya ini langsung mendapatkan simpati dari para pengguna media sosial twitter. Mereka berkomentar melalui tagar #PrayForRohingya. “Katanya semua agama mengajarkan kebaikan, nyatanya bertolak belakang dgn pembantaian muslim rohingya #PrayForRohingya #UsirKedubesMyanmar,” tulis pengguna twitter dengan akun @yasinna.

Pemilik akun @Nr_shint menyebut seharusnya negara tidak diam pada perlakuan tidak adil pada suku Rohingya. “Kami rakyat Indonesia turut berduka atas derita Rohigya, Negara hendaknya ‘berbuat’ atas kemanusiaan dan tidak diam. #PrayForRohingya.”

Ada juga pengguna twitter yang mengutuk aksi pembantaian Rohingya di Myanmar tersebut. “Sy mengutuk smua bentuk kekerasan yg terjadi di Rohingya. Duka saudara2 kami menjadi bara semangat jihad kami. ALLOHU AKBAR #PrayForRohingya.”

Pemerintah Myanmar sendiri menyangkal bahwa militernya terkait pembunuhan puluhan muslim Rohingya di negara itu. “Mengenai insiden tersebut, setelah kroscek dengan pasukan militer dan pasukan penjaga perbatasan di daerah itu, dikonfirmasi bahwa informasi itu tidak benar,” sebut Dewan Komisi Informasi Myanmar.

Untuk diketahui, Dewan Komisi Informasi Myanmar belum lama ini dibentuk Pemerintah Myanmar atas saran penasihat negara, Aung San Suu Kyi. Aung San Suu Kyi, politikus Myanmar yang pernah menerima penghargaan Nobel Perdamaian itu, hingga kini masih dibanjiri kritik karena dianggap kurang memperhatikan nasib muslim Rohingya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend