Minta Keadilan Seperti Ahok, Buni Yani Ramai Disindir Netizen

Minta Keadilan Seperti Ahok, Buni Yani Ramai Disindir Netizen

Sumber foto: merdeka

Selain Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Buni Yani juga menjalani sidang pertamanya, Selasa (13/12). Sidang Praperadilan Buni sendiri digelar di PN Jakarta Pusat, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Pihak kepolisian menetapkan Buni sebagai tersangka dalam kasus dugaan Pasal 28 ayat (2) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena dinilai menyebarkan informasi bernuansa SARA dalam postingan statusnya di Facebook terkait pidato Gubernur DKI (nonaktif) Basuki T Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu soal Al Maidah ayat 51.

Buni juga mengeluarkan komentarnya pada sidang Ahok. Ia menilai keadilan yang diberikan pada Ahok, juga harus ia terima nantinya. “Saya enggak mau komentar lah, kalau dia (Ahok) dapat keadilan ya saya juga mestinya dapat keadilan juga,” ujar Buni seperti dikutip Detik, Selasa (13/12).

Harapan senada juga diutarakan oleh kuasa hukum tersangka, Aldwin Rahadian. Ia berharap perlakuan hukum pada Ahok juga didapat kliennya.

Permintaan Buni ini pun juga ramai dikomentari oleh para pengguna media sosial twitter. Pengguna twitter pun menyindir pemosting video Ahok di Facebook tersebut. “@kompascom itu artinya anda menyesali perbuatan anda sbg seorang penyebar kebencian ,. Kita liat proses hukumnya nanti,” tulis pengguna twitter dengan akun @antungriduan_.

Pemilik akun @fidel_ronny menyebut Buni tidak perlu ikut campur dalam persidangan Ahok. “@kompascom hahaha.. Pikir saja kasus anda! Buat apa repot pikir kasus Ahok? Kita juga tahu sifat asli anda #saveahok.”

Meski begitu, ada juga pengguna twitter yang mendoakan agar Buni mendapatkan keadilan nantinya. “Dan saya doakan Buni Yani juga mendapat keadilan,” kicau akun @Wulan_92.

Sidang praperadilan Buni Yani dipimpin hakim tunggal Sutiyono dengan agenda pembacaan surat permohonan praperadilan. Berkas perkara Buni sendiri sudah dilimpahkan ke Kejati DKI Jakarta sejak pekan lalu.

Pihak kepolisian mengaku bahwa penetapan tersangka pada Buni sudah sesuai dengan prosedur. Penyidik Polda Metro Jaya telah menempuh semua prosedur sebelum menetapkan Buni menjadi tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghasutan terkait suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Berbeda dengan tanggapan kuasa hukum Buni. Aldwin Rahadian menegaskan kliennya tidak melakukan penghasutan SARA terkait caption video Ahok di Kepulauan Seribu, sebagaimana sangkaan polisi. Buni Yani disebut menjadi korban karena ditetapkan sebagai tersangka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend