MUI Tegaskan Sikap Di Antara Dua Petisi, Netizen: Saya Akan Membelamu

Sikap

(Sumber Foto: Republika Online/YouTube)

Pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) lewat fatwa yang dikeluarkannya beberapa waktu lalu yang menyebut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menistakan Al-Quran, tak dapat dipungkiri telah memicu ketegangan di ranah politik, hingga mengarah menuju konflik horizontal di masyarakat.

Konflik itu, salah satunya ditandai dengan munculnya dua petisi yang beredar luas melalui laman change.org. Satu petisi berjudul, “Dukung MUI Penjarakan Ahok”, sedang petisi lainnya berbunyi, “Bubarkan MUI”. Kedua petisi ini lebih terlihat seperti dua kubu yang saling bersitegang, karena berisi ragam komentar saling serang dengan umpatan dan melontarkan perkataan kasar.

Baca: Ribuan Massa Ormas Islam Demo Tolak Ahok Di Balai Kota DKI, Begini Tanggapan Netizen

Di sisi lain, demi mencegah terjadinya konflik dan mengatasnamakan kedamaian, desakan terhadap MUI untuk mencabut fatwa soal Ahok, pun sempat dilakukan 160 orang terdiri dari ulama, budayawan, akademisi, advokat dan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Damai (AMCD) DKI Jakarta.

“Kami memohon MUI untuk mencabut dan atau meluruskan pernyataannya, karena pernyataan tersebut mengindikasi adanya reaksi dari ormas-ormas Islam yang sudah kita ketahui,” kata Juru Bicara AMCD Iman Sumantri di kantor MUI, Jakarta, Rabu (19/10). Dikutip dari merdeka.com.

Desakan tersebut merupakan salah satu dari isi deklarasi Pilkada damai dan bebas isu SARA yang diserahkan AMCD kepada MUI. Selain itu, AMCD juga mendukung proses hukum terkait kasus tersebut yang dilaporkan sejumlah masyarakat ke polisi. “Kami akan mendukung semua proses hukum yang sedang berjalan karena negara kita adalah negara hukum,” ungkapnya.

Baca: Janji Akan Periksa Ahok, Kabareskrim Jadi Perbincangan Netizen

Sementara itu, menanggapi situasi ini, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat, M Cholil Nafis mengaku MUI telah mengambil sikap tegas dengan tidak akan mencabut pernyataannya  terhadap Ahok. Bahkan di tengah serangan petisi pembubaran, MUI memastikan sikapnya telah sesuai dengan keyakinan agama dan dilindungi oleh undang-undang.

“MUI bukan lembaga negara juga bukan pengadilan. Konstitusi kita menjamin, siapapun berhak menyatakan sikap apalagi MUI yang ditunggu oleh masyarakat untuk menjelaskan paham keagamaan,” kata dia, seperti dikutip dari Republika.co.id, Kamis (20/10).

Fatwa atau sikap beragama itu hak seluruh anak bangsa dan kelompok masyarakat yang dilindungi oleh undang-undang di Indonesia. MUI hanya menjawab pertanyaan masyarakat yang menjadi kewenangan MUI. “Jangan salah, sikap ini merupakan respon dan reaksi terhadap aksi yang dilakukan oleh Ahok dan masyarakat. Jadi, yang bikin gaduh ya Ahok yang diolah orang lain, sementara posisi MUI itu menenangkan dan meluruskan kerangka beragama dan berbangsa agar sesuai undang-undang dan taat hukum,” ujarnya.

Baca: Angkatan Muda Muhammadiyah Tagih Janji Polri Proses Ahok, Netizen: Janji Adalah Hutang

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menunggu kerja aparat penegak hukum agar ada kepastian hukum, apakah ucapan Ahok itu menistakanan agama. Karena kepastian hukum ini penting untuk menjadi pembelajaran bagi anak bangsa di masa yang akan datang.

Berikut Pantauan redaksi eveline, mendapati netizen berkomentar terkait MUI tegaskan sikap di antara dua petisi. Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. “MUI tenang saja, selama engkau berpegang pada Tali Allah, jutaan rakyat yg seperti saya akan membelamu”, dikicaukan akun @nazarsjamsuddin, nampak nampak menegaskan sikap untuk membela MUI.

Pembelaan serupa juga datang dari netizen dengan akun @yarham02, “Jangan sedikitpun mundur wahai Ulama kami, jika tidak agama ini akan jadi cemoohan terus #UmatIslamDukungMUI”.  Seorang netizen lain menduga ada segelintir orang yang mencoba menghembuskan MUI berpolitik, “KENAPA tega hembuskan MUI berpolitik! | Yg minta ditegakan keadilan berpolitik! | PADAHAL tulus krn keulamaan &menjaga yg undang2 Anti SARA”, tulis akun @ustad_alhabsyi.

Bahkan seorang netizen terlihat menyebut upaya pembubaran MUI sebagai ulah kader komunis, “Tidak ada seorang pun yg beragama non-Islam, yg menuntut MUi dibubarkan. Tidak ada. Penuntut MUI bubarkan itu, ya kader-kader komunis sipit!”, tulis  @bangzul_pni.

Selanjutnya, “Dulu BPK RI di minta di bubarkan krn paparkan korupsi Ahok, dan kini MUI. Kamu sehat bro…?”, tulis seorang netizen dengan akun @caknawa, menyampaikan opininya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*