Netizen Desak Pembunuh Angeline Dihukum Mati

Netizen desak pembunuh Angeline dihukum mati – sumber foto: Istimewa

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh redaksi Eveline, bocah cilik Angeline yang sempat dinyatakan hilang kurang lebih satu bulan akhirnya ditemukan pada Rabu 10 Juni 2015, telah menjadi mayat terkubur di belakang kandang ayam di rumah ibu angkatnya di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Denpasar Bali.

Dari hasil otopsi, penyebab kematian siswi kelas 2 SDN 12 Sanur ini adalah kekerasan tumpul pada wajah dan kepala yang mengakibatkan pendarahan pada otak. Selain itu, ditemukan juga luka sundutan rokok di punggung Angeline dan bekas jeratan plastik di lehernya meski luka-luka ini tidak menimbulkan kematian. Luka memar ada pada wajah, leher, kepala dan dan anggota gerak. Dokter forensik menyatakan Angeline sudah tewas sejak 3 minggu.

Polisi yang memeriksa beberapa penghuni rumah tempat Angeline tinggal selama ini, termasuk ibu angkat korban, Margareith Megawe, akhirnya menetapkan Agustinus Tai Hamdamai (Agus), bekas pembantu rumah tangga di sana sebagai tersangka pembunuh Angeline.

Agus diduga tidak hanya membunuh bocah 8 tahun ini, namun juga kerap melakukan kekerasan seksual kepada korban. Namun ada pengakuan mengejutkan dari Agus, bahwa dirinya disuruh Margareith untuk menghabisi nyawa Angeline. Bahkan, Agus dijanjikan bayaran sebesar 2 milyar rupiah jika bersedia memenuhi keinginan ibu angkat Angeline ini.

Motif di balik pembunuhan Angeline masih ditelusuri petugas Polda Bali. Namun sejauh ini mengarah pada masalah warisan yang ditinggalkan ayah angkat Angeline, yang merupakan warga negara asing yang menikah dengan Margareith. Dari sang ayah angkat yang meninggal beberapa tahun lalu, Angeline mendapatkan warisan senilai lebih dari 11 milyar rupiah. Diperkirakan faktor inilah yang menjadikan Margareith kesal dan sering menganiaya bocah malang ini. Hingga puncaknya Angeline dibunuh dan dikubur secara sadis di belakang kandang ayam di belakang rumahnya.

Kasus penyiksaan anak yang berujung pembunuhan ini menyentakkan publik Indonesia. Hampir semua kalangan di negeri ini menyatakan kemarahan dan kesedihan atas peristiwa yang disebut sebagai puncak gunung es kekerasan anak. Mulai dari anggota DPR, artis, pejabat pemerintahan hingga masyarakat biasa ramai mengecam perilaku sadis Margareith dan Agus. Bahkan, kecaman ini belakangan mengarah pada desakan untuk menghukum mati para pelaku pembunuhan Angeline.

Bagaimana sebenarnya tanggapan publik, khususnya pengguna media sosial Indonesia (netizen) atas pembunuhan Angeline dan desakan hukuman mati kepada mereka? Simak rangkuman redaksi Eveline berikut ini.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial Twitter selama periode 12 – 13 Juni 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Di mana terdapat total 48.632 tweet membicarakan tentang pembunuhan Angeline. Netizen ramai membicarakan pengakuan tersangka Agus saat bertemu dengan politisi Partai Nasdem Akbar Faizal, bahwa dirinya diiming-imingi uang sebesar 2 milyar rupiah oleh ibu angkat Angeline, Margareith Megawe jika bersedia membunuh bocah 8 tahun ini. Sebanyak 9.055 tweet menyoroti pengakuan ini dan menyatakan kemarahan atas tindakan keji kedua orang tersebut yang melakukan pembunuhan berencana secara kejam.

Sementara itu, netizen Indonesia juga tidak percaya bahwa Agus hanya sendirian melakukan aksi kejahatan itu tanpa dibantu siapapun. Karenanya, netizen lewat 2.028 tweet menyebut bahwa masih ada pelaku lain yang belum ditangkap dan masih bebas berkeliaran. Netizen mendesak polisi bergerak untuk mengungkap pelaku lain tersebut.

Yang paling menarik adalah, adanya desakan kuat dari netizen Indonesia agar pelaku pembunuhan Angeline dijatuhi hukuman paling berat, berupa hukuman mati. Sebanyak 1.196 tweet dicuitkan netizen yang menginginkan hukuman mati ini. Menurut netizen hukuman mati layak diterima para pelaku pembunuhan kejam sekaligus sebagai peringatan bagi pelaku kejahatan sejenis di masa datang.

Sementara itu, berita tentang mundurnya pengacara Margareith, Bernadin. Menurut sang pengacara keputusan mundurnya dilatarbelakangi perbedaan prinsip antara dirinya dengan Margareith. Sebanyak 1.178 tweet membicarakan hal ini.

Sedangkan terkait dengan pemakaman Angeline, keluarga kandung menginginkan bocah malang ini dimakamkan di Banyuwangi Jawa Timur. Namun, karena kesulitan biaya, mereka minta bantuan dari berbagai pihak. Bupati Banyuwangi dan para jurnalis di Bali menyatakan siap membantu keluarga korban dalam penggalangan dana pemakaman Angelin. Sebanyak 2.083 tweet dari netizen mendukung langkah ini.

***

Loading...

3 thoughts on “Netizen Desak Pembunuh Angeline Dihukum Mati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend