Netizen Geram Maraknya Penjahat Cyber Asal China Beroperasi di Indonesia

Penjahat Cyber Asal China Ditangkap di Bali dan Jakarta – sumber foto: Istimewa

Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham kembali membongkar aksi kriminal warga negara asing (WNA) di Indonesia. Kali ini, sebanyak 48 orang warga negara asing asal China dan Taiwan ditangkap aparat imigrasi dari sebuah villa di kawasan Jimbaran Bali pada Kamis 20 Agustus 2015. 47 orang warga negara China dan seorang dari Taiwan. Mereka adalah sindikat penjahat cyber yang belakangan marak beroperasi.

Di saat bersamaan, Dirjen Imigrasi juga menangkap 95 orang warga negara asing pelaku kejahatan cyber, juga asal China dan Taiwan di Jakarta. Sebanyak 81 orang penjahat cyber ini warga negara Taiwan, 14 orang sisanya warga negara Tiongkok. Para penjahat ini rata-rata mengincar korban sesama warga China dan menggunakan Indonesia sebagai basis operasi karena dianggap lebih aman.

Bersama para penjahat cyber ini, pihak imigrasi menyita berbagai barang bukti, termasuk catatan kejahatn, laptop, telepon, paper shredder, dan sejumlah paspor para pelaku. Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie mengatakan, 48 WNA tersebut ditangkap oleh Tim Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus. Ngurah Rai. Sementara sisanya ditahan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Ronny menegaskan, para pelaku kejahatan cyber asal China dan Taiwan ini akan dijerat Pasal 122 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman pidana lima tahun penjara. Pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dari negara asal mereka untuk mengetahui identitas korban-korbannya.

Sebelumnya, pihak Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga mengkap 33 warga negara China di kawasan Jalan Kenangan, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka diduga terlibat kejahatan cyber, prostitusi, pemerasan dan pencucian uang. Sementara, sebanyak 1.069 orang terjaring dalam Operasi Bhuni Pura Wira Wibawa yang dilakukan 120 Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia pada 5 Mei – 7 Mei 2015. Mayoritas WNA yang tertangkap melanggar aturan merupakan warga negara China.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas maraknya penjahat cyber asal China beroperasi di Indonesia? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 21 Agustus 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 2.278 tweet yang membicarakan tentang penangkapan ratusan penjahat cyber warga negara China di Bali dan Jakarta.

Netizen Indonesia menyatakan kegeramannya atas aksi kriminal warga negara asing asal China di Indonesia ini. Menurut netizen, para pelaku kejahatan cyber tersebut harus dihukum berat. Hal ini ditegaskan netizen lewat 1.002 tweet.

Netizen juga banyak yang bertanya-tanya, bagaimana bisa begitu banyak warga negara China yang menjadi penjahat cyber di Indonesia. Lewat 427 tweet netizen menyuarakan keheranan ini. Lebih lanjut, netizen bertanya siapa pihak yang mendatangkan para penjahat cyber asal China ini. Pertanyaan ini dicuitkan netizen lewat 748 tweet.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend