Netizen Keluhkan Nelayan Asing Di Perairan Bitung Dan Halmahera Ber-KTP Indonesia

Bitung

(Sumber foto: www.mongabay.co.id/www.topiksulut.com)

Perhatian Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Susi Pudjiastuti nampaknya tengah tertuju ke perairan Bitung, dan Halmahera. Hal itu dikarenakan adanya aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan asing. Para nelayan asing bahkan disinyalir telah menyamar menjadi warga Negara Indonesia (WNI) dengan cara mengantongi KTP Indonesia.

Permasalahan itu pun langsung diangkatnya pada laman media sosial twitter milik Menteri Susi Pudjiastuti (@susipudjiastuti)  pada kamis (8/9) lalu. Dari ungkapan Susi terlihat adanya nelayan asing yang lebih banyak jumlahnya daripada nelayan lokal. Selain itu, para nelayan asing di perairan Bitung, Halmahera dapat dengan mudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia.

“Bu susi,Tolong kami masih banyak nelayan asing di perairan bitung &halmahera, lebih banyak nelayan asing daripada nelayan pribumi,…”, dan, “Mereka di perairan bitung halmahera, lebih banyak nelayan asing daripada nelayan pribumi, banyak nelayan asing mendapatkan ktp dengan mudah”. Demikian ungkap Susi melalui akun twitter-nya @susipudjiastuti.

Beberapa netizen pun lantas menanggapi kicauan Menteri Susi terkait bagaimana caranya para nelayan asing tersebut bisa dengan mudah mendapatkan KTP Indonesia. Seperti dikicaukan akun @JerrySluys misalnya, “dengan Rp 1,5jt + 2hari nelayan asing sudah bisa dapat KTP. info ini lgsug dari nelayan pribumi kota bitung”.

Tanggapan senada juga dituliskan netizen lainnya, “info yg saya dapat Asal ada 1jt dapat KTP walaupun tidak lancar Bahasa indonesia Kalu sdh lancar bahasa indonesia 500rb’, tulis akun  @arga_sul, mencoba lebih memperjelas.

Untuk diketahui, Susi Pudjiastui sendiri beberapa bulan lalu sempat mengatakan laju produksi perikanan di perairan Bitung bergerak positif. Dampak dari dilarangnya pengoperasian kapal asing di perairan Bitung mendorong laju produksi perikanan di wilayah tersebut bertumbuh hingga 17% setiap melaut.

Ia pun menyebut kapal nelayan lokal yang beroperasi saat itu sebanyak 2.061 unit dan melibatkan 28.843 nelayan. “Kami sudah berkomitmen, pokoknya kalau tangkap cuma boleh dilakukan oleh kapal lokal. Hasil tangkapan juga akan meningkatkan pasokan ke pabrik,” tuturnya di sela-sela kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Samudra Bitung, Jumat (13/5/2016).

Pantauan redaksi eveline, mendapati  ragam keluhan netizen terkait banyaknya nelayan asing di perairan Bitung dan Halmahera mengantongi KTP Indonesia. Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. berarti pemda setempat buk yg memberikan harus di sidak bu’”. Tulis akun @ZainulA66034547 nampak menduga, sembari meminta kepada Menteri Susi Pudjiastuti untuk melakukan pemeriksaan.

Selanjutnya, terlihat beberapa netizen nampak menyampaikan keluh kesahnya, “mereka yg memberi kemudahan Mendapatkan ktp ditindak tegas bu,kerja sama mendagri”, tulis akun @irun_hermawanto. Sedang akun @kepalasatpolpp meminta agar mereka yang mengeluarkan KTP illegal dipidanakan, “Yg mengeluarkan KTP illegal di pidanakan aja bu Susi !’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Send this to friend