Netizen Minta Polisi Pastikan Keamanan Tosan Yang Memilih Pulang ke Lumajang

Tosan Memilih Pulang ke Lumajang – sumber foto: Istimewa

Salah satu korban kasus penganiayaan penolak tambang pasir di Lumajang, Tosan memilih pulang ke rumah tempat tinggalnya setelah selesai dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Selasa malam, 13 Oktober 2015 kemarin, Tosan kembali ke Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur setelah 17 hari dirawat akibat pengeroyokan puluhan orang suruhan Kepala Desa Hariyono yang juga menyebabkan tewasnya Salim Kancil.

Kasus penganiayaan Salim Kancil dan Tosan yang terjadi Sabtu, 26 September 2015 lalu menyedot perhatian publik luas. Kedua warga ini dianiaya lantara menolak praktek penambangan pasir ilegal di Pantai Watu Pecak Lumajang yang digawangi sang kepala desa.

Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) sebenarnya menawarkan Tosan untuk sementara tinggal di rumah aman (safe house) yang dikelola LPSK karena kekhawatiran berulangnya kekerasan terhadapnya. Namun, pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani ini lebih memilih pulang ke rumahnya sendiri.

Ditanya mengenai kondisinya, Tosan menjawab dirinya sudah lebih baik. “Alhamdulillah sudah mulai membaik,” kata Tosan sebagaimana dikutip Tempo.co. Namun Tosan menolak untuk bicara tentang kasus pengeroyokan yang menimpanya.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas pilihan Tosan untuk kembali ke rumahnya di Lumajang paska dirawat akibat penganiayaan yang dialaminya? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 14 – 15 Oktober 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Sebanyak 4.438 tweet membicarakan tentang pilihan Tosan untuk kembali ke rumahnya di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang setelah selesai dirawat di rumah sakit.

Netizen menyebut Tosan, aktifis warga yang menolak penambangan pasir liar di Lumajang ini menolak tawaran LPSK untuk tinggal di rumah aman (safe house). Hal ini diungkapkan netizen lewat 806 tweet. Netizen mengungkapkan, selama dirawat di rumah sakit, Tosan mendapatkan pengawalan berlapis dari aparat keamanan karena dikhawatirkan keselamatannya. Sebanyak 635 tweet menyebut soal ini.

Sementara itu, menyikapi pilihan Tosan untuk kembali ke rumahnya, netizen meminta pihak kepolisian memastikan keselamatannya terjaga. Desakan ini dinyatakan netizen lewat 423 tweet, di mana mereka menyebut hal ini patut dilakukan karena kasus yang melibatkan Tosan menjadi perhatian nasional.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend