Netizen Pertanyakan Alasan Pelaku Pengeroyokan Andrew di Trans Jakarta

Rasial

Kasus pemukulan yang terjadi di bus Trans Jakarta, Jumat (26/8) malam mulai menemukan titik terang. Pihak kepolisian kabarnya telah menangkap 5 dari 7 pelaku pengeroyokan yang dilakukan pada pria bernama Andrew Budikusuma. Setelah dilakukan pemeriksaan, para pelaku mengaku hanya iseng. Mereka sengaja melakukan pengeroyokan pada Andrew karena mereka menganggap telah dicuekin oleh korban.

“Menurut pengakuan para tersangka (motif) mereka iseng saja, karena merasa dicuekin oleh korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono seperti dikutip Detik.

Pelaku pengeroyokan yang mengaku iseng memukul Andrew pun menjadi bahan perbincangan pengguna media sosial twitter. Mereka mempertanyakan alasan iseng tersebut. “@detikcom iseng? alasan yg aneh, emang kenal sampe berani iseng?” kicau pengguna twitter dengan akun @V_Eric_Topan.

Kicauan senada juga diutarakan akun @sas_via. “@detikcom ISENG?! ampun Gusti…alasan paling tolol dan kurang ajar buat ngegaplokin orang lain!.”

Baca: Aksi Pemukulan Disertai Ucapan Bernada Rasial Terjadi Di Bus Transjakarta, Netizen Ramai Berkicau

Ada juga yang pengguna twitter yang berkomentar bila iseng itu ada batasnya. “@detikcom iseng dan becanda ada batasannya, kalau pejabat hukum percaya dengan alasannya, maka akan banyak canda dan iseng membawa mau nanti,” kicau pengguna twitter dengan akun @rizkiemp.

Kelima pelaku ini pun masih menjalani pemeriksaan oleh tim gabungan Unit I Subdit Resmob Ditreskrim Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKP Pius Ponggeng dan Polsek Tambora, di kawasan Tambora, Jakbar, sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (1/9) dinihari.

Sebelumnya diberitakan Andrew Budikusuma korban pemukulan dengan disertai ucapan bernada rasial oleh orang tak dikenal di dalam bus transjakarta akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/8) malam, namun Andrew baru melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya pada Selasa (30/8).

Adapun bukti laporan Andrew tertuang dalam laporan polisi bernomor: LP/4132/VIII/2016/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 30 Agustus 2016. Atas laporan Andrew polisi menyangkakan pelaku dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Andrew berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku pengeroyokan tersebut agar kejadian yang menimpanya itu tidak terjadi kepada yang lainnya. Dia juga ingin tahu apa alasan para pelaku yang memukulnya, apalagi disertai dengan meneriakkan “nama Ahok”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend