Netizen Prihatin Warga NTT Konsumsi Pakan Ternak Akibat Kelaparan

Ribuan Warga NTT Konsumsi Pakan Ternak Akibat Kepalaran – sumber foto: Istimewa

Kabar mengenaskan datang dari wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ribuan warga di setidaknya 7 desa di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kualin dan Kecamatan Amanuban Selatan menderita kelaparan akibat kekeringan panjang yang menyebabkan gagal tanam dan panen. Kekeringan serta gagal tanam dan panen ini dialami warga Desa Kualin, Toineke, Tuafanu, Tuapakas, Oni, Oebelo dan Noemuke. Mereka bahkan banyak yang terpaksa mengkonsumsi putak (batang pohon lontar), yang biasa dijadikan pakan ternak lantaran tak ada pilihan lain.

Dikutip dari Tempo.co, “Setiap hari, kami terpaksa makan putak karena gagal panen,” kata Yohana Neonmatus, warga Desa Oebelo.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Pawansa mengunjungi lima desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Kamis 17 Juni 2015 lalu. Mensos menyerahkan bantuan berupa 12 karung ikan kering, 24 ton beras, 24 dus kecap, 21 dus minyak goreng, dan 800 dus mi instan bagi 2.938 kepala keluarga atau 12.204 jiwa. Mensos menyebut kondisi di NTT bukan kelaparan, namun rawan pangan. Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum berencana membangun sumur-sumur bor untuk mengatasi kekeringan ini.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten TTS Epy Tahun menyebut untuk membantu warga yang kelaparan di lima desa, pihaknya telah menyalurkan beras miskin (raskin) sebanyak 50 ton untuk tahap pertama. “Masih ada 50 ton sebagai cadangan dan 200 ton dari pemerintah provinsi,” katanya.

Namun, anggota DPRD NTT, Jefri Banunaek, mengeluhkan lambannya pemerintah menangani warga lima desa yang dilanda kelaparan sejak awal tahun 2015 ini. “Musibah ini sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Namun penanganannya lamban,” katanya.

Lebih lanjut, terkait dengan kunjungan Mensos, Jefri menyebut Pemerintah setempat menutup-nutupi kondisi kelaparan dengan tidak membawa Khofifah ke lokasi desa yang mengalami kelaparan. Alih-alih, Mensos dibawa ke desa yang subur. “Pemda terkesan menutupi masalah kelaparan, sehingga membawa menteri ke lokasi yang subur,” ujarnya.

Bagaimana sebenarnya tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas bencana kelaparan yang melanda ribuan warga di Nusa Tenggara Timur hingga mereka mengkonsumsi pakan ternak? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 22 – 26 Juni 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 2.368 tweet membicarakan tentang kelaparan di NTT yang menyebabkan warga terpaksa mengkonsumsi pakan ternak. Mayoritas netizen mengungkapkan rasa prihatin atas kondisi ini dan meminta pemerintah bertindak cepat untuk mengatasinya.

Netizen menyebut penyebab kelaparan adalah gagal panen karena musim kering yang parah dan berkepanjangan. Sebanyak 849 tweet menyatakan hal ini. Netizen juga menyoroti bantuan yang diberikan banyak yang salah sasaran. Lewat 229 tweet mereka menyuarakan hal ini.

Yang lebih parah, menurut netizen adalah, adanya kabar pungutan sebesar 5000 rupiah yang harus dibayarkan warga yang ingin mendapatkan bantuan beras miskisn. Lewat 109 tweet netizen menyebut soal pungutan ini dan minta Pemerintah Pusat bertindak.

Sementara itu, netizen juga menyebut adanya bantahan dari Menteri Pertanian bahwa warga NTT mengalami kelaparan. Sebanyak 238 tweet membicarakan bantahan ini.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend