Netizen Tidak Percaya Tersangka Pembunuhan Bocah Dalam Kardus Tetangga Dekat Korban

Polisi akhirnya mendapat pelaku kasus pembunuhan bocah dalam kardus. Pelaku pembunuhan bocah dalam kardus adalah Agus, tetangga dekat korban yang kemarin juga dimintai tes DNA oleh pihak kepolisian. Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian Polda Metro jaya melakukan tes DNA terhadap 9 orang. Empat orang diantaranya merupakan tetangga dekat korban. Agus diamankan pihak kepolisian terkait kasus tewasnya anak di dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat. Residivis narkoba tersebut sehari-hari tinggal di bedeng di samping sekolah korban.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan terhadap kasus pembunuhan bocah dalam kardus di media sosial, khususnya Twitter selama periode 9 Oktober 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Redaksi Eveline mendapati 2.065 tweet yang membicarakan tentang polisi yang menetapkan tersangka kasus pembunuhan bocah di dalam kardus. Sementara itu, 966 tweet dari netizen tidak percaya bahwa tersangka Agus adalah tetangga dekat korban.

Dikutip dari detiknews yang mewawancarai tetangga Agus, Tini, mengungkapkan reaksi Agus yang begitu dingin ketika mendengar kasus pembunuhan tersebut. Kata Tini, ketika ia bercerita tentang kasus pembunuhan tersebut, Agus hanya mengatakan, “oh iya”. Respon Agus yang dingin ketika mendengar kasus pembunuhan tersebut dikomentari pengguna twitter Indonesia sebanyak 684 tweet.

Tini juga mengungkapkan bahwa Agus beberapa bulan lalu baru saja keluar dari penjara karena kasus narkoba. Pria beranak satu ini, kata Tini, sudah berkali-kali keluar masuk penjara. Sebanyak 434 tweet berisi komentar tentang Agus yang sudah sering masuk penjara karena kasus narkoba. Agus sehari-hari membuka warung nasi untuk menyambung hidup.

Loading...

2 thoughts on “Netizen Tidak Percaya Tersangka Pembunuhan Bocah Dalam Kardus Tetangga Dekat Korban

  1. ilham

    Hukum mati saja klo terbukti si agus ini pelakunya….klo tidak, bakalan ada kejadian seperti ini lagi nanti…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*