Pembongkaran Dilakukan Pagi Ini, Netizen Dukung Penolakan Warga Bukit Duri

Penolakan

(Sumber foto: Akun Twitter LBH Jakarta)

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan akan membongkar  bangunan-bangunan yang ada di bantaran Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta Selatan pagi ini, Rabu (28/9/2016). Sebanyak 313 keluarga di RW 09, 10, 11, dan 12 sebelumnya sudah menerima relokasi ke Rusun Rawa Bebek. Sebagian besar sudah membongkar bangunannya.

“Rencananya demikian (penertiban Bukit Duri)” kata Walikota Jaksel Tri Kurniadi lewat pesan singkat, Selasa (27/9/2016). Seperti dikutip dari detik.com

“Iya betul (pembongkaran) pukul 07.00 WIB,” lanjutnya.

Sampai saat ini disebutkan ada 66 keluarga masih menolak untuk direlokasi. Penolakan warga ini rupanya berimbas ke dunia maya. Di media sosial Twitter khususnya, netizen beramai-ramai melontarkan hastag  #SaveBukitDuri hingga naik menjadi trending topik. (Baca: Netizen Tolak Penggusuran, Hashtag #SaveBukitDuri Jadi Trending Topic).

Selain itu, seperti dihimpun dari republika.co.id, warga tidak mendapatkan secara jelas informasi proyek normalisasi ciliwung. “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memberikan informasi secara transparan. Bahkan, kami tidak pernah diajak musyawarah, pemerintah hanya sekedar melakukan sosialisasi dan mempresentasikan proyek rumah susun.” ujar salah satu warga Bukit Duri, Santi Napitupulu, Selasa (28/9).

Bahkan menurut pantauan LBH Jakarta yang melakukan wawancara dengan warga dan berbagai temuan di lapangan terjadi berbagai intimidasi dan pelanggaran sebelum penggusuran dilakukan. Pertama, warga merasa mengalami intimidasi dari aparat pemerintah dan kepolisian, hampir setiap hari pada aparat dan polisi berkeliling di kampung.

Kedua, adanya upaya paksa dari aparat pemerintah dan kepolisian memaksa warga mengambil rumah susun. Ketiga, adanya keterlibatan TNI dalam rencana penggusuran. TNI juga terlihat berkeliling menyebarkan surat peringatan.

Keempat, warga yang memilih untuk pindah ke rumah sewaan dihalang-halangi oleh aparat pemerintah setempat dan memaksa warga untuk memilih rumah susun. Kelima, adanya tindakan pemerintah yang tidak menghormati proses peradilan yang sedang berlangsung di PTUN dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pantauan redaksi Eveline di media sosial twitter mendapati komentar netizen mendukung penolakan atas pembongkaran rumah warga Bukit Duri. Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. “Selamat pagi Jakarta. Menggusur Bukit Duri = menggusur hati manusia. #SaveBukitDuri”, tulis akun twitter @LBH_Jakarta yang sempat menyebut pembongkaran rumah warga Bukit Duri sarat intimidasi.

Sedang sebelumnya, LBH Jakarta juga sempat menangkap keresahan warga yang menolak pembongkaran Bukit Duri, “Nyenyak kah tidur mu malam ini sobat? #SaveBukitDuri”. 

Selanjutnya, netizen lain dengan akun @Al_Ghazy77, menulis, “Tumbangkan petahana utk Jakarta tanpa air mata warga. Tumbangkan petahana utk Jakarta yg lbh manusiawi”. Bermaksud mewakili suara penolakan warga atas kebijakan penggusuran oleh Pemprov DKI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*