PLN Dan Telkom Diperiksa Polisi Terkait Kulit Kabel, Netizen Menyimak

PLN

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan memeriksa pihak-pihak terkait dengan keberadaan kulit kabel di saluran air di kawasan Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Dalam hal ini pihak terkait yakni PT PLN Persero, dan PT Telkom.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes  Mujiyono pada Jumat (4/3/2016) di Polda Metro Jaya menyebutkan pemanggilan terhadap kedua perusahaan BUMN tersebut dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. “Pemeriksaan benar dilakukan, terkait bungkusan kabel. Pemeriksaan mereka (PLN dan Telkom) sebagai saksi,” ujar Mujiyono.

Mujiyono mengatakan, hari ini penyidik akan kembali turun ke lokasi penemuan kulit kabel untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait keberadaan kulit kabel tersebut. Ada banyak dugaan yang timbul dari penemuan kabel tersebut, mulai dari sabotase hingga pencurian.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapatkan laporan adanya sampah-sampah yang memenuhi selokan di pusat Jakarta. “Di depan ini (dekat Gedung Kementerian ESDM) gila sekali, siapa yang memasukkan kulit kabel listrik sebegitu banyak ke dalam got,” kata Ahok di Jakarta.

Pantauan redaksi eveline pada linimasa twitter periode 4 Maret 2016, mendapati sebanyak 655 tweet netizen perbincangkan mengenai pemeriksaan terhadap PT PLN Persero dan PT Telkom terkait kulit kabel. Terjadi Puncak perbincangan pada pukul 12.00 WIB sebanyak 334 tweet.

Bahkan hingga saat ini, jumlah kulit kabel yang ditemukan di selokan Jalan Medan Merdeka Selatan kembali bertambah. Dinas Tata Air DKI Jakarta mencatat, jumlah keseluruhannya kini sudah setara 20 bak truk.

Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menduga tumpukan kulit kabel bukan karena sabotase, bisa saja karena alasan ekonomi. Dia mengatakan tingginya biaya operasional menjadi alasan kulit kabel dibuang di selokan. “Kenapa kabel itu tidak diangkat, karena biaya angkatnya lebih besar dibanding biaya kabel itu sendiri. Sehingga dibiarkan bisa saja,” ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/3) lalu.

Sementara itu pihak Telkom telah membantah bahwa tumpukan kulit kabel tersebut bukan milik Telkom. Begitu pula dengan pihak PLN melalui Humas PLN Disjaya, Mambang Hertadi, menampik bahwa kabel tersebut adalah milik pihaknya. Sebab, dari materi dan jenis kabel yang ditemukan berbeda dengan kabel yang biasa digunakan pihak PLN.

Dari sampel yang kita bawa, armor itu diameternya 3-5 cm, panjang potongannya berkisar 150-180 cm. Sementara, kabel PLN tidak menggunakan kabel diameter 3-5 cm. PLN menggunakan kabel diamater 10 cm ke atas. Dan panjang kupasan yang biasa PLN lakukan, itu 45-75 cm,”  beber Mambang Hertadi.

Seorang netizen dengan akun @kristwianto terpantau tim redaksi eveline berkomentar di twitter, “Salah lagi dah. Main tuduh aja. PLN dan Telkom Bantah Temuan Kulit Kabel adalah Milik Mereka via @metro_tv http://metrotvn.ws/V493931″. nampak antusias menyimak pemberitaan mengenai hal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*