Pria Bersenjata Serang Akademi Polisi Pakistan, Puluhan Orang Tewas

Pria Bersenjata Serang Akademi Polisi Pakistan, Puluhan Orang Tewas

Sumber Foto : Istimewa

Sebuah Akedemi Polisi Pakistan yang terletak di ibukota provinsi Balochistan, Quetta, diserang oleh 5 orang bersenjata pada Senin (24/10) malam waktu setempat. Dengan menggunakan senjata AK-47 dan granat, pria-pria bersenjata itu menewaskan 59 orang dan melukai 118 orang lainnnya.

Saat kejadian, sekitar 200 orang diperkirakan ada di dalam kompleks akademi kepolisian yang digunakan untuk melatih calon polisi setempat. Penyerbuan ini sempat diwarnai aksi penyanderaan beberapa orang yang berlangsung selama 5 jam.

Pantauan redaksi eveline pada media sosial twitter, mendapati beragam perbincangan mengenai serangan ini. Beberapa netizen mengatakan kalau aksi brutal tersebut dilakukan oleh kelompok militan ISIS. “Brutal Militant group #ISIS Khurrassan claimed #Police Academy attack #Quetta #Baluchistan, saying 3 bombers of #IS carried out the attack”

Kicauan serupa juga dikatakan oleh pemilik akun twitter @Ruptly. Ia meyakinkan bahwa kelompok militan ISIS yang berada di Provinsi Khorasan telah mengklaim melakukan tindakan tersebut. “Militant group Islamic State of Khorasan Province claims responsibility for police academy attack in Quetta, Pakistan”

Mengutip tempo.co, Kepala Korps Paramiliter Perbatasan Jenderal Mayor Sher Afgan mengatakan kepada reporter bahwa para penyerang tampaknya memiliki kontak dengan pengendalinya di Afganistan. Pihak otoritas Pakistan mengatakan serangan itu berasal dari kelompok laskar e-Jhangvi yang terlarang. Kelompok ini merupakan kelompok militan Islam yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Siapapun yang menyerang akademi kepolisian dan melakukan penyanderaan sehingga menimbulkan korban tewas dan luka-luka, itu merupakan tindakan yang menakutkan. Hal tersebut terungkap dari kicauan seorang netizen @Zaishe5757, “Just came online and found Quetta police academy is under attack with hundreds of cadets taken hostage. Damn it. this is really really scary”

Seorang pejabat senior yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, serangan di Quetta malam itu cukup terkoordinasi. Para pelaku menyerbu akademi kepolisian dari lima titik berbeda. Begitu masuk ke dalam kompleks, para pelaku bergerak ke salah satu asrama yang menampung sekitar 200-250 calon polisi yang sedang tidur. Setidaknya tiga ledakan terjadi di lokasi kejadian, selama penyerbuan berlangsung.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend